MAKALE, BKM — Aula Paroki Gereja Katolik Makale Tana Toraja menjadi salah satu venue kegiatan lomba
STQH Ke XXXIII (23-27/4). Di Aula Paroki digunakan sebagai tempat lomba hifzil quran.
Panitia lomba H Tamrin Lodo saat ditemui di Aula Paroki menjelaskan STQH kali ini 70 persen panitia dari pemeluk agama nasrani.
”Ini luar biasa. Panitia dominan keluarga Nasrani. Dua venue lomba Gedung BPSW dan Aula Paroki Gereja Katolik,” ujar Tamrin.
Menurut Tamrin, hal ini pertama kali terjadi di Indonesia dan di Tana Toraja tempatnya. Panitia telah bekerja maksimal melayani peserta dan ofisial, termasuk penyediaan kopi Toraja gratis dan deppa tori, melibatkan anak sekolah Minggu.
”Ini terwujud dengan baik sebab orang Toraja menilai tamu adalah kehormatan datangkan rezki,” tandas Tamrin.
Salah seorang kafila Sukron mengakui selama perhelatan STQH tidak ada persoalan yang berarti meski panitia banyak kaum nasrani.
”Saya bangga dan salut toleransi antar umat beragama di Toraja, kegiatan apapun selalu didasari gotong royong,” jelasnya. (gus/D).
Aula Paroki Jadi Venue Lomba Hifzil
