Site icon Berita Kota Makassar

Sudah Dua KPPS di Sulsel Meninggal

MAKASSAR, BKM– Duka menyelimuti keluarga Daeng Lempang (64), warga Jalan kandea III Lorong 142. Putranya bernama Radiansyah meninggal dunia setelah bertugas sebagai anggota di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (27/4) pukul 17.00 Wita.
Pria yang biasa dipanggil Radi itu bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 09 RW-02, Kelurahan Bunga Eja Beru. Ia meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Pelamonia Makassar karena sakit tenggorokan, diabetes, dan kelelahan.
Daeng Lempang menuturkan, usai bertugas di TPS, kondisi mendiang anaknya Radi lemas dan sakit pada tenggorokan. Itu karena 24 jam bertugas menghitung suara serta menulis rakpitulasi pada pemilihan umum (pemilu) serentak di tahun ini.
“Sempat saya bawa anak saya ke puskesmas, dan rumah sakit tiga hari berturut-turut. Dokter bilang semuanya baik, bisa dirawat jalan. Kalau klaim pihak RS Pelamonia bilang anak saya infeksi paru-paru karena tekanan darahnya tinggi. Padahal tidak ada riwayat sakit paru-paru di anak saya. Kalau gula memang ada,” ucap Daeng Lempang di rumah duka, Minggu (28/4).
Sosok mendiang yang dikenal sabar dan jarang mengeluh ini dimakamkan di Desa Ka’ba, Pangkep, Minggu (28/4) usai dhuhur. Puluhan kendaraan roda dua konvoi mengantar jenazah ke pekuburkan keluarga. Almarhum meninggalkan satu orang istri.
“Anaknya dulu ada, tapi meninggal usia delapan bulan. Istrinya pingsan dua kali sewaktu di rumah dan ketika berada di pekuburan. Almarhum sakit tenggorokan dan suaranya tidak bisa keluar. Kalau minum dan makan dia rasa sakit. Tiga hari saya bawa ke RS tapi seperti itu, diminta rawat jalan saja,” tambahnya.
Adik kandung mendiang sebelumnya pernah mendapati kakaknya tidur pada saat pelaksanaan pemilu berjalan. Kakaknya berbaring di rumah dan merasa lemas serta sakit di badannya. Apalagi dua hari satu malam tidak tidur hanya bertugas di TPS.
“Saya sempat dapat kakak saya tidur di rumah. Alasannya, sakit badan dan mengantuk. Tapi saya tetap minta ke TPS. Masa’ yang lain bekerja dia istirahat di rumah. Jadi setelah saya bilang begitu, kakak saya langsung kembali ke TPS,” ucapnya.
Radi sudah ikut bergabung menjadi anggota KPPS pada pemilihan wali kota (pilwali) Makassar dan pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel beberapa waktu lalu. Pada saat itu semuanya masih baik-baik saja.
Kepergian Radi menambah daftar petugas KPPS di Sulsel yang meninggal dunia. Sebelumnya Audina Amalia, anggota KPPS di Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu berpulang ke rahmatullah setelah mengalami kecelakaan lalulintas.
Data dari KPU Sulsel, selain meninggal dunia, puluhan orang lainnya yang terlibat dalam proses pemilu mengalami gangguan kesehatan. Mereka menderita sakit bermacam-macam. Mulai dari drop akibat kurang tidur, hingga keguguran. Ada pula yang harus mendapat perawatan medis karena diserang oknum caleg. (arf/rus)

Exit mobile version