Site icon Berita Kota Makassar

Di Era Iksan, Jeneponto Jadi Sumber Cahaya di Sulsel

JENEPONTO, BKM — Rabu (1/5), pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jeneponto memperingati hari jadi daerahnya yang ke-156. Pada hakikatnya, perayaan seperti ini merupakan milik seluruh masyarakat Jeneponto di mana pun mereka berada, sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai sejarah dari para sesepuh Bumi Turatea.
”Kita dituntut untuk senantiasa memelihara persatuan dan kebersamaan, yang dilandasi oleh nilai kearifan lokal sebagai warisan para leluhur dalam tatanan bermasyarakat. Seperti a’bulo sibatang, sipakatau, sipakalabbiri, dan berbagai kearifan lokal lainnya. Sebab itulah nilai yang dijadikan landasan berpikir dalam menunjang berbagai pembangunan yang dijalankan saat ini,” ujar Bupati Jeneponto H Iksan Iskandar, Senin (22/4).
Iksan yang didampingi Wakil Bupati H Paris Yasir dan Sekkab H Syafruddin Nurdin, serta Kabag Humas Syaripuddin Lagu baru saja menggelar coffee morning di Ruang Pola Kalabbirang kantor Bupati Jeneponto.
Dijelaskan Iksan, peringatan hari jadi Jeneponto tahun ini cukup spesial. Karena menjadi momentum mengawali kepemimpinannya untuk periode kedua.
”Hari jadi ini pula hendaknya kita jadikan sebagai pemberi semangat dan perekat persatuan dalam meniti tatanan pemerintahan dan pembangunan 5 tahun ke depan,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, pilihan atas visi Jeneponto SMART 2023 didasari pada kenyataan bahwa muara dari seluruh aktifitas pemerintahan dan pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan dan derajat masyarakat Turatea, sebagai wujud dari berdaya saing, maju, religius, dan berkelanjutan (SMART).
”Di berbagai kesempatan selalu saya sampaikan, Jeneponto ini memiliki keunggulan dan potensi. Kita memiliki kawasan pesisir dan potensi kelautan yang luas dengan panjang 114 kilometer. Di sana ada banyak ikan. Ada ikan. Ada rumput laut. Ada garam. Termasuk, insyaallah di antaranya rencana eksplorasi tambang migas blok Karaengta,” jelas Iksan lagi.
Selain itu, tambahnya, di kawasan dataran rendah terdapat areal persawahan yang luas. Termasuk lahan pertanian.
Di Jeneponto juga tumbuh dan berkembang sektor industri dan energi terbarukan. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagayya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1, dan pengembangan PLTB Tolo 2.
”Kehadiran pembangkit listrik ini telah menjadikan Jeneponto sebagai sumber cahaya terbesar di Sulsel,” imbuh Iksan.
Sementara di wilayah pegunungan, lanjutnya, terdapat perkebunan kopi, cokelat, dan sayur mayur. Menjadikan kawasan ini sebagai sentra pengembangan palawija dan holtikultura.
Dalam kesempatan itu, Iksan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, karena telah menjadikan Jeneponto sebagai salah satu sentra pengembangan wilayah di Sulawesi Selatan. Antara lain ditandai dengan akan dibangunnya kawasan rest area di Desa Banrimanurung , Kecamatan Bangkala.
Kelak, tempat istirahat ini akan membawa banyak dampak. Karena akan ikut mendorong gairah perekonomian daerah Jeneoponto dan pemberdayaan UMKM, kawasan wisata kuliner, dan efektif kompetitif terhadap sektor lainnya.
”Kita juga mempercepat pengelolaan yang dapat menjadi sumber daya saing di daerah. Seperti menjadikan Rumbia sebagai pusat destinasi wisata alam. Juga percepatan penyelesaian waduk Kareloe. Kami yakin, proyek tersebut secepatnya dituntaskan di era kepemimpinan Bapak Gubernur Nurdin Abdullah,” katanya optimistis.
Iksan tak lupa mengingatkan, pemilu telah berlalu. Warna perbedaan hendaknya dilupakan.
”Mari kita bangun daerah ini dengan kebersamaan. Terima kasih kepada semua pihak yang selalu menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam rangka kemajuan Jeneponto,” tandasnya. (karaeng kulle)

Exit mobile version