TAKALAR, BKM — Kinerjanya yang dinilai buruk dalam menangani pasien, membuat Direktur Utama Rumah Sakit (RS) H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar, Darwis, mendapat kecaman dari sejumlah mahasiswa. Para mahasiswa ini menggelar aksi unjukrasa di halamanan rumah sakit tersebut, Senin (29/4).
Selain mengecam kinerja jajaran rumah sakit H Padjonga Daeng Ngalle, mahasiswa juga meminta, Bupati Takalar, H Syamsari Kitta mencopot Darwis dari jabatannya selaku direktur utama.
”Kami meminta bupati Takalar segera mencopot direktur utama rumah sakit karena kinerjanya sangat buruk selama ini. Sudah banyak pasien yang dikecewakan,” kata Anas Fahreza, jenderal lapangan aksi.
Mahasiswa berharap, ke depan dengan adanya pengganti dirut utama rumah sakit H Padjonga Daeng Ngalle, pelayanan terhadap masyarakat dapat semakin baik dengan mengutamakan mutu dan kualitas. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
”Kita berharap, bupati Takalar merespon aspirasi kami dengan melakukan secepatnya pergantian agar ke depannya pelayanan pihak rumah sakit semakin baik,” ucap Anas.
Aksi unjukrasa diwarnai pembakaran ban bekas terpaksa dihentikan pihak pengamanan lantaran asap hitam tebal mengganggu kondisi pasien. Meski demikian, aksi unjukrasa kian memanas lantaran pihak rumah sakit tidak bersedia menemui pihak pendemo.
”Kalau aspirasi kami tidak diterima pihak pemerintah, maka kami akan menggelar aksi lebih besar,” tandas demonstran lainnya. (ira/mir/c)
Mahasiswa Demo RS Takalar
