DINAS Perdagangan (Disdag) Sulsel mengaku sulit mengendalikan harga bawang merah dan bawang putih yang beberapa hari terakhir mengalami peningkatan cukup tajam.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sulsel, Hadi Basalamah menerangkan, saat ini, harga bawang merah berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp25 ribu. Begitu juga dengan harga bawang putih yang tadinya berkisar Rp24 ribu, sekarang sudah sehargar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu/kg.
Diluar dua komoditi itu, secara umum, kata Hadi, semua harga kebutuhan pokok masih dalam taraf normal.
Berdasarkan dari tim pemantau harga bahan pokok tingkat Sulsel di pasar tradisional, retail moderen, hingga gudang distributor pada Senin (29/4), diklaim aman semua, termasuk distribusi barangnya.
“Secara umum distribusi lancar, harga relatif stabil, begitu juga aktifitas pelabuhan di Makassar maupun Parepare yang telah kita koordinasikan berjalan lancar,” katanya kemarin.
Dia juga menjamin stok bahan pokok aman selama Ramadan hingga lebaran.
Berdasarkan koodinasi Disdag Sulsel dengan Bulog dan stakeholder lainnya, stok beras hingga 23 April masih di angka 170.154 ton. Dengan angka itu, ketersediaan beras dipastikan sangat aman hingga 20 bulan kedepan.
Bahkan, dengan stok itu, Bulog menyuplai 50 ribu ton ke Papua, 10 ribu ton ke DKI Jaya, 2 ribu ton Kalimantan, seribu ton ke Sumatera, dan 20 ton ke Bali.
“Selain itu untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen Bulog juga memiliki outlet rumah pangan kita, menjual beras, gula, terigu, minyak, dan daging di 1.500 titik se Sulsel dengan harga lebih murah dibanding harga eceran tertinggi,” kata Hadi.
Khusus gula, stok yang dikuasai distributor di Sulsel Bulog saat ini jumlahnya 23.550 ton. Aman untuk konsumsi tiga bulan. Untuk harga, di tingkat konsumen, harga relatif stabil dengan HET Rp12.500.
Minyak goreng, baik kemasan maupun curah harganya berkisar Rp11 ribu per liter dengan ketahanan stok hingga 3,6 bulan.
Komoditi pertanian seperti cabai merah, cabai keriting dan besar relatif stabil. “Kecuali bawang putih, karena itu impor, naiknya 12 sampai 15 persen,” ungkapnya. (rhm)
Sulit Kendalikan Harga Bawang
