Site icon Berita Kota Makassar

Danny Inginkan Jeneponto Jadi Ibukota

MAKASSAR, BKM–Jika Pemerintah Pusat menginginkan Ibu Kota negara pindah ke kawasan timur Indonesia, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyarankan Kabupaten Jeneponto sebagai Ibu Kota. Alasannya, berdasarkan geogologi suatu wilayah, Jeneponto dianggapnya sangat tepat menjadi ibu kota Indonesia.
Menurut Danny sapaannya, ketika membuat ibukota harus dipastikan tempatnya mempunyai daya tahan terhadap adanya bencana, seperti di Sulawesi Selatan dan Kalimantan.
Danny menjelaskan, secara geologi hanya dua tempat yang pantas menjadi ibukota. Yakni Kalimantan yang utuh dan bebas terhadap bencana, dan Sulawesi Selatan.
Jika dilihat, level Jeneponto berada 60 meter diatas permukaan laut. Sehingga jika terjadi bencana seperti tsunami, daerah tersebut tetap aman. Disamping itu Danny menyebut luas Jeneponto sudah cukup untuk berdiri satu ibukota negara.
“Jadi kalau kita pilih kalimantan bebas semuanya tetapi di Kalimantan itu gambut, sehingga kalau air laut naik akan berpengaruh terhadap gambut, dimana air akan susah dan gampang terbakar. Nah kalau diputuskan di Sulsel air tanah bagus, tidak ada gambut dan beberapa tempat dalam untuk pelabuhan. Dan kalau memang dipilih Sulsel dan tidak memangsa daerah subur serta memenuhi syarat adalah Jeneponto,” jelasnya.
Walaupun begitu, Danny juga belum mengetahui apakah pemindahan ibukota indonesia untuk waktu yang panjang 100 tahun ataukah 1000 tahun. Pasalnya sampai saat ini kata Danny pemerintah pusat belum mempunyai desain untuk Indonesia 1000 tahun kedepan.
“Kalau kita sepakat untuk 1000 tahun, kita akan lihat riwayat geologi karena dalam setiap 300 tahun terjadi bencana besar dan demolis (penguancuran) di indonesia seperti gunung meletus, tsunami dan lainnya, sehingga ketika kita ingin membuat ibukota maka kita harus mencari tempat yang mempunyai daya tahan terhadap bencana,” kata Danny.(nug/war/c)

Exit mobile version