Site icon Berita Kota Makassar

Golkar ‘Kehilangan’ Tujuh Kursi di DPRD Sulsel

MAKASSAR, BKM — Hasil pemilu legislatif (pileg) yang berlangsung 17 April 2019, telah menghasilkan kursi untuk DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan kabupaten/kota. Partai Nasdem sangat berpeluang memimpin perolehan kursi dan suara di DPRD Sulsel.
Partai yang dipimpin H Rusdi Masse ini sukses meloloskan 12 kadernya ke DPRD provinsi. Dua di antaranya berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 1 atau Makassar A.
Dengan perolehan suara dan kursi terbanyak, maka ketua DPRD Sulsel hampir pasti milik partai bentukan Surya Paloh ini. Urutan kedua dan yang akan menempatkan dirinya sebagai wakil ketua di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan adalah Partai Golkar. Partai ubu telah mengantongi minimal 11 kursi dari 11 dapil yang ada di Sulawesi Selatan.
Jika merujuk pada hasil pileg 14 April 2014 lalu, Partai Golkar kala itu mampu meloloskan 18 kadernya ke DPRD Sulsel. Namun, pada pileg kali ini, hal tersebut jauh berbeda. Golkar baru mengunci 11 kursi. Hasil tersebut membuat partai berlambang pohon beringin rindang ini harus kehilangan tujuh kursinya, dan direbut oleh partai lain.
Sebaliknya, Nasdem yang pada pileg lima tahun lalu hanya meloloskan tujuh wakilnya, kini naik menjadi 12 kursi. “Kader Nasdem sangat siap menjadi ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif.
Sementara di posisi ketiga adalah Partai Gerindra. Partai berlambang kepala burung garuda ini juga telah mengunci 11 kadernya lolos ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Namun kemungkinan kalah perolehan suara dari Partai Golkar.
Adapun peringkat keempat dimiliki oleh Partai Demokrat. Partai ini juga tengah mengunci 11 kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Kalah suara dari Partai Golkar dan Gerindra. Efek pilpres yang dimiliki oleh Partai Gerindra jauh lebih tinggi daripada yang dimiliki Partai Demokrat.
Kursi kelima atau pimpinan dewan yang terakhir kemungkinan jatuh kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
PKS, PAN maupun PDIP sama-sama optimis untuk mendapat sembilan kursi. Sebab delapan kursi sudah ada di tangan PKS, PAN, dan PDIP.
Baik PAN maupun PKS sudah pasti tidak meraih kursi di dapil Sulsel 10, yang meliputi Tana Toraja dan Toraja Utara. Sementara PDIP mendapatkan kursi.
Adapun PKS belum aman di dapil Sulsel 3, 4, dan dapil 8. Sementara PAN belum aman di dapil Sulsel 1, 2, 3, dan Sulsel 4. PDIP belum aman di dapil Sulsel 2, 3, 4, serta gagal di dapil 5.
Peringkat ke tujuh dan delapan masing-masing diklaim oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PPP mengklaim sudah mengunci tujuh kursi. Demikian pula PKB. Dua partai terakhir, yakni Partai Perindo dan Hanura masing-masing berpeluang meraih satu kursi.
Ketua DPD PDIP Andi Ridwan Wittiri (ARW) yang dimintai tanggapannya terkait perolehan suara partainya, mengaku hal tersebut sebagai hal yang biasa saja. “Biasa saja, bos. Kami ucapkan selamat kepada yang terpilih,” ujar ARW, kemarin.
Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, bersyukur atas raihan partai yang dipimpinnya. “Bersyukur dan berterima kasih pada masyarakat yang telah memilih PKB, dan kerja keras sahabat-sahabat pengurus serta caleg PKB,” ucap Azhar Arsyad.
Wakil Ketua DPW PKS Sulsel Sri Rahmi juga berujar syukur. “Alhamdulillah, ini kerja keras para kader PKS,” imbuhnya.
Hal berbeda disampaikan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi. Wakil Ketua DPRD Sulsel ini belum yakin jika partai berlambang matahari terbit yang dipimpinnya hanya meraih delapan kursi. “Kami masih menunggu rekap PPK kecamatan. Insyaallah PAN dapat sembilan kursi,” kata Kahfi. (rif)

Exit mobile version