SEDEKAH bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Bahkan sedekah saat ini bisa dilakukan secara online, seperti yang dilakukan Abdul Gafur dengan memviralkan kegiatan sedekah jumat pekan dan makan gratis setiap hari.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Saat ini kata pria 28 tahun ini, sudah terkumpul banyak donatur yang membantu mewujudkan kegiatannya tersebut.
“Donasi yang kami dapatkan itu semua dari media sosial. Kami pun tidak tahu siapa yang memberikan donasi karena itu murni dari donatur yang ada di media sosial,” katanya
Di depan penulis, ia-pun mengaku, tetap memberikan edukasi kepada para donatur. Tidak usah konfirmasi untuk menjaga pahala sedekah untuk mereka. Pihaknya hanya share dokumentasi SJP di lapangan seperti apa. “Kita selalu share kondisi keuangan kita seperti apa, jadi jelas peruntukannya karena tiap pekan pasti donasinya akan habis, kita tidak simpan-simpan. Walaupun sedekahnya kita cuma Rp15.000 kita akan tetap sedekah karena yang kita kejar itu bukan nominalnya tapi nilai sedekahnya,” ungkapnya.
Lanjut S2 Farmasi Universitas Muslim Indonesia ini berharap, dari tiga program yang sedang dijalannya harus terus berlanjut untuk masyarakat yang membutuhkan. “Yang kita kejar itu bukan banyaknya porsi yang habis karena tiap hari kita sediakan 200 porsi makan gratis itu. Tapi yang kita mau kegiatan ini bisa lanjut setiap harinya, intinya Istiqomah yang kita kejar,” ucapnya.
Donasi yang terkumpul, jelasnya, displit untuk tiga program yang pertama sedekah tiap Jumat di jalanan. Kedua makanan gratis setiap hari, nanti sisa dari dua program ini kita masukkan donasinya untuk program ambulance gratis.
Selain itu, Suami dari Indira Mulia ini juga membeberkan jumlah donasi yang terkumpul untuk mewujudkan ambulans gratis sudah mencapai Rp167 juta dari target Rp200 juta. “Jadi kalau sudah terkumpul kami akan beli dan beroperasi pada saat itu juga. Nanti tim kami menjalankan program ambulance gratis tersebut,” ujarnya.
Memasuki Bulan Suci Ramadan, Gafur mengeluarkan program baru yakni makan sahur gratis yang lebih banyak diperuntukkan untuk mahasiswa yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena dibatasi waktu kuliah. “Kami juga punya program untuk Ramadan nanti untuk para mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung, nanti akan kami berikan sahur gratis karena kami memberikan makanan gratis itu tanpa syarat tanpa embel-embel apapun,” jelasnya.
Dukungan yang diberikan ke dirinya bukan hanya dari teman-teman saja tetapi juga dari keluarga.
Berkat ide itu, Gafur akhirnya diundang oleh salah satu TV Nasional untuk berbagi tips melakukan sedekah yang dilakukannya. “Berkat viral di kemarin itu kami dibuatkan program TV swasta yakni hitam putih untuk diliput kegiatannya. Karena kita cover dari Gowa sampai Maros Armada yang kami gunakan itu ada 17 mobil box kalau biasanya itu sampai 45 mobil,” imbuhnya.
Ia juga mengaku, saat ini anggota SJP sudah ada 500 lebih orang. “Kalau di jalan tiap jumat itu, kita bagi 700-900 porsi. Tim yang turun pun tergantung berapa jumlah yang sanggup,” jelasnya.
Selama menjalankan program sedekahnya, Abdul Gafur diberi banyak kemudahan mulai dari banyaknya anggota sedekah yang bergabung dan banyak donasi untuk programnya tersebut. Hingga akhirnya, Gafur mendapatkan orang dermawan yang siap memberikan tempat/ruko untuk menjalankan program sedekahnya.
“Berbagi makananan ini kan sudah setahun lebih. Mulainya tanggal 16 september 2017 awalnya itu tiap hari Jumat kita bagi-bagi nasi di jalanan. Hingga 2 sampai 3 pekan terakhir itu alhamdulillah kita dapat ruko gratis selama 1 tahun. Di situ kita berpikir kenapa kita tidak buat setiap hari saja. Karena tiap pekan itu sudah sering, makanya kita buka setiap hari. Apalagi donasi selalu ada dari situ kita anggarkan untuk diadakan setiap hari sampai sekarang,” bebernya.
Meski awal-awalnya Gafur membuka makanan gratis setiap hari tidak semudah yang dipikirkannya, apalagi bertepatan di saat masa kampanye pemilu. Banyak orang yang menduga niatannya yang ikhlas itu disangkutpautkan dengan pemilu.
“Di minggu pertama kita kesulitan mencari orang, jadi saya bersama teman-teman mencari tumpangan gojek atau grab untuk membagi makanan. Bahkan ada beberapa masyarakat yang tidak mau menerima makanan karena dia kira kampanye. Tapi saya jelaskan ke mereka bahwa ini murni program dari SJP makan gratis,” tuturnya.
Hingga kini warung makannya yang ia buka mulai pukul 13.00 siang tidak menunggu waktu lama untuk habis. “Alhamdulillah udah lumayan banyak kalau mau salat Ashar masih ada sedikit kita bungkus lalu bagikan ke jalan-jalan. Tapi semenjak viral 200 porsi dalam waktu 30 menit habis. Kami buka makan gratis ini setelah Dhuhur jam 13.00 wita. Ada masyarakat masih bertanya-tanya kebenarannya dan mengecek langsung apa betul ada makan gratis dan nukan hoax. Setelah mereka tahu, besoknya dia datang lagi bawa rombongan,” ujarnya. (ita)
