Site icon Berita Kota Makassar

Anjal-Gepeng dari Luar Makassar Terjaring Razia

MAKASSAR, BKM — Sehari menjelang jelang Ramadan, Minggu (5/5), tim terpadu penertiban anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal dan gepeng) melakukan penertiban di beberapa titik.
Di antaranya di bilangan Jalan Pengayoman, Boulevard, dan Adhyaksa.
Di sana, tim berhasil menertibkan lima anjal maupun gepeng. Mereka kemudian diangkut ke posko penanggulangan anjal yang didirikan di kantor Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Di lokasi tersebut tim menjaring empat anak dan satu dewasa yang sedang beraksi meminta-minta di pinggir jalan. Anjal dan gepeng tersebut kemudian didata.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Sulsel Fadly Lesmana menjelaskan, para anjal dan gepeng itu selanjutnya akan diassesment untuk menentukan langkah penanganan ke depan.
“Untuk sementara mereka akan ditempatkan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak atau LKSA untuk anak. Sementara orang tuanya akan ditindaklanjuti dengan penanganan yang lebih intensif. Mereka nantinya akan disupport dengan usaha ekonomi produktif dan lifeskill,” terang Fadly Lesmana, kemarin.
Fadly menambahkan, tim terpadu ke depan akan semakin intens melakukan penertiban. Apalagi memasuki bulan Ramadan. Berdasarkan pengalaman, semakin banyak anjal dan gepeng yang berkeliaran.
Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Sulsel Muh Rizal yang juga bagian dari tim terpadu menjelaskan, dari hasil penertiban, diketahui jika yang terjaring kebanyakan pemain lama. Ada yang sudah terjaring beberapa kali.
Selain itu, mereka bukan hanya berasal dari Makassar. Tapi ada juga dari luar kota. “Tadi (kemarin) waktu didata, malah ada dari Jeneponto,” ungkapnya.
Dia menambahkan, keberadaan para anjal dan gepeng tersebut dibekingi oleh oknum. “Jadi oknum itulah yang mengkoordinir mereka di jalan-jalan. Mereka mengantar jemput para anjal dan gepeng tersebut,” bebernya.

Luar Makassar

Di hari yang sama, Dinas Sosial Kota Makassar turun melakukan razia. Mereka menjaring gepeng serta anjal di beberapa sudut jalan Kota Makassar. Setelah didata, ternyata benar ada yang menyuplai mereka.
Operasi yang dilakukan berhasil menjaring 30 gepeng dan anjal. Antara lain di Jalan Veteran, Dr Ratulangi, Arief Rate, Pantai Losari, dan Jalan AP Petta Rani.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Akhmad Namsum mengatakan, dari data yang dihimpun, ada oknum yang sengaja menyuplai para anjal dan gepeng ini. Hingga saat ini bahkan telah diketahui ada tujuh oknum yang diduga melakukan hal itu.
Datanya pun, dikatakan Akhmad akan dipelajari lebih lanjut. Bahkan jika masih ada ditemukan lagi, dirinya akan menindaklanjuti kembali.
“Kami akan surati dan panggil ke tujuh orang ini untuk membicarakan masalah ini. Kalau mereka nanti tidak mengindahkan, kami akan pikirkan langkah selanjutnya,” tegas Akhmad.
Akhmad menambahkan, gepeng dan anjal yang terjaring kali ini tak akan langsung dibiarkan pulang. Mereka akan diinapkan terlebih dahulu di Posko Bersama Dinas Sosial. Setelah diinapkan, mereka akan diserahkan langsung ke lembaga-lembaga sosial pemberdayaan.
Mereka yang terjaring pun rata-rata berasal dari luar Makassar. Kebanyakan dari mereka berasal dari Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
“Ini rata-rata dari luar. Banyak dari Takalar, Jeneponto, Gowa. Kami akan cari akar-akarnya. Kalau kami lihat ada yang perlu diberdayakan, kita carikan solusinya untuk tidak lagi tergiur jadi gepeng dan anjal lagi,” jelasnya. (rhm-nug/rus/c)

Exit mobile version