MAKASSSR, BKM — Hasil pemilu legislatif sudah mulai terlihat dan terbaca dengan jelas. Mulai dari anggota DPRD provinsi yang lolos kembali, maupun yang belum bisa oppo alias tumbang.
Dari 62 petahana yang kembali bertarung di pileg, minus yang naik kelas dan memang tidak maju lagi, tidak ada separuh wakil rakyat yang lolos kembali.
Hasil tersebut masih membuat Partai Golkar kembali memimpin perolehan kursi di 11 daerah pemilihan (dapil) dengan perolehan 12 hingga 13 kursi. Di posisi kedua ditempati Partai Nasdem dengan perolehan 11 atau 12 kursi. Sementara posisi ketiga diraih Partai Gerindra dengan 11 kursi.
Berikutnya adalah Partai Demokrat yang mengunci 10 kursi, minus dapil Sulsel 5 yang meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai. Kursi wakil ketua DPRD Sulsel terakhir akan diperebutkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua partai ini berpeluang meraih 10 kursi.
PDIP sudah pasti meloloskan kadernya, yakni Rudi Pieter Goni. Sementara Risfayanti Muin, Natsir Ibrahim, dan Alimuddin berpeluang.
Yang sudah aman, yakni Rahmat Muhayyang, Andi Putra Batara Lantara, Andi Ansyari Mangkona, Hj Kartini Lolo, serta Dan Pongtasik. Di dapil Sulsel 11 yang lolos masih bersaing antara Esra Lamban dan I Made Merada.
Adapun dari PKS yang lolos, yakni Sri Rahmi dan Haslinda. Sementara yang berpeluang, Mallarangan Tutu dan Andi Thahal Fasni. Berikutnya yang lolos, yakni Andi Sabri dan Muzayyin Arif, serta Andi Jahida Ilyas.
Hasil ini membuat para politisi mulai membicarakan soal posisi ketua dan wakil-wakil ketua yang akan mengisinya. Informasi yang dikumpulkan koran ini, dari partai berlambang pohon beringin rindang, nama yang berpeluang dikirim ke DPP Partai Golkar, yakni Fachruddin Rangga, Andi Ina Kartika dan Sofyan Syam.
Sesuai peraturan organisasi (PO) DPP Golkar nomor 16, maka ada sejumlah syarat untuk menjadi pimpinan dewan. Yakni petahana, jabatan di DPD I yakni pengurus harian atau ketua DPD II. Memperoleh suara yang tinggi. Jenjang pendidikan minimal strata 1. Terakhir adalah prestasi, loyalitas, dedikasi dan tidak tercela (PLDT).
Dari Partai Nasdem juga ada tiga nama yakni Syaharuddi Alrif, Andi Rachmatika Dewi, dan Arum Spink. Sementara dari Gerindra, yakni Darmawangsyah Muin, Rusdin Tabi dan Andi Mangunsidi. Adapun dari Demokrat, yaitu Ni’matullah Erbe, Selle KS Dalle, dan Haidar Majid.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Muh Risman Pasigai, mengatakan nama calon pimpinan dewan merupakan hak dan kewenangan dari DPP Golkar. “Nanti DPD I Golkar Sulsel yang akan mengirim sedikitnya tiga nama ke DPP Golkar,” ujar Risman.
Soal siapa yang berpeluang, Risman meminta untuk sabar menunggu keputusan dari KPU soal hasil rekapitulasi. “Kita tunggu hasil rekap dulu,” ucapnya.
Syaharuddin Alrif juga mengaku jika dirinya sangat siap untuk menerima amanah sebagai pimpinan dewan. Menurutnya, saat ini ia juga masih menjabat wakil ketua DPRD Sulsel. “Tentu sebagai kader harus siap jika diberi amanah,” ujar Sekretaris DPW Nasdem Sulsel ini.
Sebelumnya, Darmawangsyah Muin juga menyatakan kesiapannya jika diberi amanah untuk menjabat wakil ketua DPRD Sulsel. “Periode lalu, nama saya juga dikirim ke DPP bersama Pak Rusdin Tabi dan Yusran Sofyan,” ucap Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini.
Kader Partai Demokrat juga akan menempati posisi wakil ketua. Hanya saja, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe belum berhasil dikonfirmasi soal siapa saja nama wakil rakyat yang akan dikirim ke DPP.
Hasil pileg kali ini membuat PAN harus terlempar dari posisi wakil ketua DPRD Sulsel, lantaran hanya mengontrol tujuh hingga delapan kursi. Sementara dua partai yang akan mengisi posisi wakil ketua DPRD Sulsel akan diperebutkan oleh PDIP dan PKS. (rif)
Nama Calon Pimpinan DPRD Sulsel Mulai Bermuculan
