Site icon Berita Kota Makassar

Malam Belanja, Subuh Masak dan Siang Jualan

DATANGNYA bulan Ramadan yang hanya sekali dalam setahun tak akan disia-siakan para pedagang takjil di Kota Makassar pada umumnya dan di Jalan Andi Mappanyukki pada khususnya.

Laporan: JUNI SEWANG

Di lokasi Jalan Andi Mappanyukki memang dikenal sebagai salah satu tempat berburu takjil paling populer di Kota Makassar, selama bulan ramadan, hampir sepanjang jalan Andi Mappanyukki, para penjual takjil ini nyaris tak pernah sepi pembeli.
Tidak heran, rupiah demi rupiah yang bisa diraup para pedagang pun bisa berlipat ganda dibandingkan berjualan pada hari-hari biasa. Dengan kondisi seperti ini tentu lebih menggiurkan mereka, sehingga tidak sedikit yang rela memeras keringat demi memaksimalkan potensi menjual takjil tersebut.
Ibu Mega, misalnya, dirinya mengaku mengerahkan segala tenaga yang ada buat menyiapkan masakan sebagai menu takjil yang akan dijualnya.
“Belanjanya jelas lebih banyak daripada biasa, bisa dua kalinya, dan alhamdulillah, untuk pemasukannya juga dua kali lipat daripada hari biasanya di luar dari ramadan,” ungkap Ibu Mega ketika ditemui penulis di sela sela kegiatannya, kemarin.
Di meja memang berderet beberapa jenis jajanan sampai lauk yang tak henti memancing para pembeli. Menu makanan ayam goreng, dan ikan goreng, diluar dari takjil seperti gorengan dengan berbagai macam, ada bakwan, jalangkote, panada dan kue tradisional lainnya yang cepat habis sore itu.
“Habis ini pulang langsung mencuci, habis itu belanja langsung ke pasar, terus masak lagi. Tidak mungkin kalau tidak langsung masak- masak, setiap hari sisanya cuma begini selama bulan puasa,” kata Ibu Mega.
“Masak ada yang dari malam, ada yang pagi tergantung masak apa. Tapi kebanyakan saya mulai menyiapkan jam 5 pagi habis salat subuh,” jelasnya. (*)

Exit mobile version