Site icon Berita Kota Makassar

Awalnya Berani Meminjam Modal Hingga Keliling Daerah Setelah Ramadan

ALLAH telah memerintahkan ke umatnya untuk terus mengejar rezeki dan jangan putus asa. Olehnya itu, manusia diharapkan mencari kerja yang halal meski seberat apapun. Pendoman inilah yang terus tertanam dalam diri Siti Rahmatia, penjual pakaian muslim di pelataran Masjid Raya.

Laporan: ARIF AL QADRY

Bahkan setelah ramadan, ia keliling daerah untuk lebih memasarkan produk pakaiannya.
“Kalau selesai bulan ramadan, saya lanjut jualan busana muslim di daerah. Biasanya saya itu jualan di masjid kalau lagi musim naik haji. Kalau manasik kan sering di masjid, jadi saya jualannya di masjid saja,” aku Siti Rahmatia kepada penulis di lapak jualannya, kemarin.
Rahmatia satu dari sekian banyaknya pedagang musiman jualan busana muslim di pelataran Masjid Raya Makassar. Dia sudah lima tahun jualan baju muslim khusus laki-laki setiap tahun di bulan ramadan. Harga baju yang dijual terbilang murah dari harga Rp 50.000 sampai Rp 250.000.
Pada 2014 silam menjadi tahun pertama Rahmatia mulai jualan busana muslim di pelataran Masjid Raya Makassar. Dia jualan bersama dengan saudara perempuannya yang sekaligus pemilik modal. Awalnya, baju yang dijual tidak banyak, hanya delapan potong dibawa. Setiap hari ia dan kakaknya masuk dalam masjid menawarkan pakaian. Dan hasilnya pun baik. Dalam sehari, pakaian muslim laki-laki terjual sampai tiga potong. Inilah yang membuat kakaknya berani mencari pinjaman modal untuk membeli lusinan baju koko.
Hanya lima bulan jualan dengan modal kecil dan model baju terbatas, dia kemudian berhasil memiliki banyak koleksi model baju koko. Itu dari hasil pinjaman modal saudara kandungnya untuk membeli banyak pakaian untuk kemudian di jual.
Masuk Bulan Suci Ramadan di 2014, Rahmatia meminta izin kepada pengurus masjid untuk jualan di pelataran parkiran. Mendirikan lapak dan menjajakan dagangan selama bulan ramadan dari pukul 10:00 WITA sampai pukul 22:00 WITA. Hasilnya pun baik, pengurus masjid memberikan izin.
“Setelah dikasih izin saya langsung minta sama suami untuk bikin lapak semi permanen. Cuma satu hari saja dibuat langsung selesai dan segera jualan,” katanya.
Ada beberapa jenis busana muslim dijual Rahmatia mulai model baju koko biasa, model pakistan dan gamis. Busana muslim laki-laki dari anak-anak sampai orang dewasa itu dijual dengan harga terjangkau. Baju koko biasa seharga Rp50.000-Rp150.000, baju model pakistan Rp125.000-Rp150.000, dan baju model gamis atau terusan Rp100.000-Rp250.000. Semuanya tergantung model, kualitas dan ukurannya.
“Barang yang saya jual ini milik kakak saya, saya cuma jualkan dan bagi hasil. Kalau ada yang mau kasih pinjam modal saya bisa jualan sendiri. Saya tertarik mau usaha sendiri biar lebih menantang,” ucapnya.
Ketika momentum bulan puasa sudah selesai, Rahmatia melanjutkan jualan pakaian di daerah-daerah berjualan pakaian. Sering Rahmatia bersama saudara kandungnya mendatangi masjid-masjid, dan kantor dinas kesehatan. Karena di sana banyak didatangi calon jemaah haji tuk tes kesehatan dan mengikuti manasik. Tentu Rahmatia menyasar adalah calon jemaah haji untuk membelinya.
“Saya datangi daerah sesuai informasi yang saya dapat. Kalau saya dapat informasi dilakukan manasik haji, saya dan kakak saya langsung datang. Biasa nginap di masjid sampai tiga hari dan lanjutkan jualan di daerah lainnya. Paling jauh saya jualan di Mamuju,” tambahnya. (*)

Exit mobile version