MAKASSAR, BKM–Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) baru-baru ini telah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serapan anggaran 2019 triwulan pertama.
Kepala Bappeda Kota Makassar, Hadija Iriani menyebutkan, serapan anggaran hingga triwulan pertama Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Makassar masih berada diangka 11 persen.
Ia mengatakan, angka tersebut masih jauh dari angka yang sesuai dengan jadwal, yakni berada diangka 20 persen.
“Seharusnya kalau untuk triwulan pertama serapan anggaran itu harus 20 persen, tapi kali ini baru 11 persen,” ungkap Iriani.
Adapun yang menjadi kendala sehingga serapan anggaran Pemerintah Kota Makassar rendah, menurut Hadija Iriani yang pertama adalah revisi administrasi.
“Kendala pertama revisi administrasi biasanya terkendala di situ, seharusnya sesuai jadwal serapan anggaran sudah 20 persen tapi ini baru 11 persen tentu harapannya triwulan kedua lebih di efeketifkan lagi,” ungkapnya.
Lebih jauh Hadija Iriani menegaskan, untuk triwulan ke II dirinya menarget serapan anggaran bisa sebesar 45 persen.
“Triwulan kedua kita berharap 45 persen, bagian keuangan sudah menyampaikan serapan anggaran harus diutama anggaran Dana Alokasi Khusu (DAK).
“DAK merupakan anggaran dari pusat dan ini harus menjadi prioritas serapan karena jika tidak terserap semuanya bisa menjadi finalti,” ulasnya.
Adapun serapan anggaran yang tinggi untuk triwulan pertama sambung Hadija Iriani yakni Satpol PP.
“Satpol PP memang memiliki honorarium mereka banyak kalau tidak salah Rp7 miliar sudah terbayarkan selama tiga bulan,” tutup Iriani.(nug/war/c)
Serapan Anggaran SKPD Masih 11 Persen
