KULINER khas dan tradisional menjadi pilihan banyak orang kala bersantar sahur. Salah satunya Hamzah Hamid, yang saat ini menjabat sebagai ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar.
Sudah menjadi kebiasaan anggota DPRD Kota Makassar ini, setiap bersantap hendak memulai puasa di bulan ramadan, lauk yang dipilihnya adalah pallu ce’la ditambah raca’ mangga. Makanan tersebut sudah menjadi santapannya sejak kecil.
Lauk yang dibuat dari ikan dan dimasak, dipadu potongan-potongan kecil buah mangga mengkal, memang begitu menggugah selera. Makanan tersebut biasanya tersaji di meja makan dan dinikmatinya bersama keluarga.
”Tidak adaji yang spesial. Kalau saya dan istri, makan sahur bersama dengan makanan yang disajikan di atas meja. Paling sering lauknya pallu ce’la. Adami juga raca’ mangganya. Ditambah nasi dan sayur, sudah enak sekalimi itu,” ujar Hamzah.
Di subuh hari sesaat setelah terbangun dari tidur, menu tersebut mampu membuat Hamzah berselera. Jikalau ada sajian lainnya, itu untuk memenuhi permintaan anak-anaknya yang juga bersantap sahur bersamanya.
“Sebenarnya kalau saya cukupmi itu (pallu ce’la dan raca’ mangga). Kalau anak-anak dan ibunya mau makan yang lain, menunya diganti. Tapi lebih banyakji kita makan kalau di rumah. Tidak adaji lidah aneh-aneh kalau keluargaku,” katanya sambil tersenyum.
Bulan ramadan ini dijadikan oleh Hamzah sebagai momentum untuk fokus lebih meningkatkan kualitas ibadahnya. Apalagi setelah pelaksanaan pemilihan umum. Hamzah mengaku kegiatannya tak berubah seperti sediakala.
“Saya kalau tidak ada kegiatan di dewan, langsung pulang buka puasa. Salat Tarawih sehabis Isya. Sahur bersama anak dan istri di rumah. Kecuali ada kegiatan kunjungan kerja baru beda lagi. Selama bulan ramadan ini saya lebih konsen memperbanyak ibadah dan menghadiri undangan buka puasa serta kegiatan silaturahmi lainnya,” terang Hamzah.
Selain itu, ayah empat orang anak ini memaknai bulan ramadan ini dengan banyak keinginan. Salah satunya, saling berkasih sayang dengan sesama manusia dan meninggalkan syahwat untuk kesenangan dunia.
“Jika di bulan-bulan lain banyak melakukan dosa, di ramadan ini kita fokus menghapus dosa dan banyak melakukan salat berjamaah. Makanya, saya selalu mengajak istri dan anak-anak untuk memperbanyak ibadah,” imbuhnya. (ita/rus)
