MAKASSAR, BKM–Sudah enam tahun lebih program kawasan kuliner di Jalan Nusantara menjadi program yang tak kunjung terwujud. Bahkan sudah dua Wali Kota di Makassar berganti yakni Ilham Arief Sirajuddin dan Moh Ramdhan Pomanto.
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb juga mulai melirik program tersebut untuk bisa diwujudkan di era kemimpinannya. Hanya saja, kata Iqbal sebelum direalisasikan sejumlah permasalahan harus dibenahi terlebih dahulu seperti parkir liar.
Iqbal mengatakan, kawasan kuliner nusantara masih memiliki kendala soal perparkiran. Olehnya perparkiran di area itu akan dibenahi terlebih dahulu sebelum dioptimalkan lebih jauh.
Perparkiran di kawasan tersebut ditambahkannya masih diokupansi oleh pemilik parkir. Sehingga hal ini yang belum bisa diatur dan dikolola langsung oleh pemerintah kota.
“Parkirnya yang akan kita perbaiki dulu, karena masih diokupasi sekarang sama pemilik parkir,” katanya.
Pengoptimalan parkir di wilayah tersebut dikatakan Iqbal juga belum bisa dilakukan mengingat masih banyaknya parkir liar. Sehingga masalah parkir memang menjadi kendala terbesar penggunaan kawasan tersebut.
“Pastinya kita akan benahi dulu perparkiran disana baru bisa kita optimalkan. Saat ini belum bisa dioptimalkan karena masih banyak parkir liar juga di situ,” jelas Iqbal.
Kawasan ini pun dipastikan belum bisa digunakan hingga akhir ramadan tahun ini. Pihaknya, kata Iqbal masih diberikan kesempatan membenahi hingga akhir ramadan.
Namun dirinya pun menjanjikan kawasan ini telah bisa difungsikan setelah Ramadan berakhir.
“Kami masih diberi kesempatan setelah ramadan ini. Setelah ramadan sudah ada hasil,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru kepada BKM mengaku, sudah menjadwalkan melakukan audiensi dengan pemimpin baru Pemerintah Kota Makassar. Dan ini rencana dilakukan setelah bulan suci ramadan serta pelatihan keterampilan bagi pegawai THM dilaksanakan AUHM Kota Makassar.
“Sudah ada rencana untuk ke situ, kunjungan ke Pj Wali Kota Makassar membicarakan masalah kawasan kuliner di Jalan Nusantara. Tapi dijadwalkan selesai lebaran pi, dan selesai pi kami gelar pelatihan keterampilan bagi pegawai-pegawai THM. Pelatihan memasak karena ini kan nantinya mau beralih menjadi cafe dan resto jadi perlu ada koki masak,” ucap Zul.
Untuk harapan kepada Pj Wali Kota Makassar, Zul tidak ingin menyampaikan lebih banyak. Tapi jelasnya, bagaimana program pemerintah kota berjalan dan terlihat nyata terutama kawasan kuliner.
“Tidak usah mi saya ceritakan banyak apa yang kami harapkan dari Pj Wali Kota Makassar,” tutupnya. (nug/war/b)
