Site icon Berita Kota Makassar

Pelajar Dalang Curanmor di Sembilan Titik Ditembak

MAKASSAR, BKM — Seorang remaja pria berinisial HE (18) kini harus merasakan dinginnya jeruji besi. Ia terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Aksi remaja yang berstatus pelajar salah satu SMA di Makassar ini terungkap kala dirinya hendak menjual sepeda motor hasil jarahannya di Jalan Sungai Saddang. Tim Resmob Polda Sulsel yang turun melakukan penyelidikan, akhirnya berhasil meringkus HE pada hari Sabtu (18/5).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, dari hasil pemeriksaan HE terungkap bahwa tersangka telah melakukan aksinya di sembilan titik. Salah satunya di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Satu unit sepeda motor berhasil dibawa kabur ketika itu.
Sebelum petugas kepolisian menginterogasi tersangka, terlebih dahulu dibuka catatan hitam perbuatannya. Terungkap kalau HE dilaporkan oleh korban dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polsek Tamalanrea dan Biringkanaya.
”Untuk memastikan laporan itu, tersangka HE kemudian diperiksa. Dia mengaku menjadi dalam pencurian motor di wilayah Tamalanrea dan Biringkanaya. Sembilan unit motor berhasil diambilnya dari sembilan titik,” terang Kombes Dicky dalam keterangannya, kemarin.
Selain itu, HE juga menyebut keterlibatan dua rekannya berinisial HK dan GU. Polisi menetapkan keduanya sebagai buron. Identitasnya juga telah dikantongi.
Saat melakukan aksinya, terang Dicky mengutip pengakuan tersangka, HE bersama rekannya menyasar lokasi yang sepi. Seperti di kampus UKI Paulus.
“Tersangka mengaku bersama rekannya pernah membawa kabur motor yang berada di kampus UKIP Daya. Juga dari kompleks perumahan yang sepi. Sebanyak sembilan unit motor sudah berhasil dicurinya,” jelas Dicky lagi.
Usai menjalani pemeriksaan, HE kemudian digiring untuk pengembangan kasus. Dia diminta menunjukkan persembunyian kedua rekannya, HK dan GU.
Hanya saja, proses pengembangan tidak berjalan mulus. HE mencoba melakukan perlawanan kepada petugas yang mengawalnya.
Tiga kali tembakan peringatan diabaikannya. Dia pun dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki. Dua butir peluru bersarang di bagian betis. Seketika itu tersangka pun tumbang. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat bantuan medis. Kasusnya kini masih dalam pengembangan. (ish/rus)

Exit mobile version