Site icon Berita Kota Makassar

Rachmat: Saya Tidak Mau Terlibat

JENEPONTO, BKM — Kabupaten Jeneponto mendapat proyek buku perpustakaan dari dana alokasi khusus (DAK) TA 2019 sebesar Rp7,7 miliar melalui e-catalog Kemendiknas RI. Selain itu, Jeneponto juga mendapatkan berupa DAK Lab Komputer SMP sebesar Rp2,3 miliar melalui Kemendiknas RI.
”Olehnya itu, bila melalui PT Temprina grup Jawa Pos untuk pengadaan buku perpustakaan, bisa saya berikan diskon fee 5 persen atau Rp380 juta. Demikian juga pengadaan DAK laboratorium komputer sebesar Rp2,3 miliar, saya berani berikan diskon persen atau Rp120 juta jika melalui PT Turbo,” jelas Arfat Wahab, kepada BKM, Senin (20/5).
Arfat Wahab mengatakan, fee itu murni tidak ada sangkutannya jika PT Temprina dan PT Turbo yang ditunjuk sebagai rekanan. ”Saya jaminannya. Saya juga heran jika dikatakan broker. Padahal, Bantaeng bergelar doktor Kadisnya juga menerima saya, sedang Jeneponto tidak,” kata Arfat heran.
Kabid Ketenagaan Diknas Kabupaten Jeneponto, Rachmat Sasmito, mengatakan, proyek pengadaan komputer dan buku sebesar Rp10 miliar itu sudah berjalan. ”Kalau ada broker yang mengobok-obok kegiatan ini, silakan ganti saya saja. Karena saya tidak mau terlibat gratifikasi. Karena saya menjaga nama baik diriku, keluargaku, bupatiku, dan Kadisku. Saya tidak mau terlibat gara-gara uang gratifikasi. Lebih baik diserahkan sesuai mekanisme e-catalog,” tandas Rachmat.
Intinya, kata Rachmat Sasmito, dirinya butuh uang tapi tidak mau terlibat berupa gratifikasi. Karena ujung-ujungnya penjara. ”Itu yang saya tidak mau. Dan semua HP sudah disadap KPK. siapa yang mau ditangkap,” tegas Rachmat Sasmito. (krk/mir/c)

Exit mobile version