MAKASSAR, BKM — PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) bersama investor China, PT CMRA menjajaki pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Takalar.
Kawasan industri itu rencananya dibangun diatas lahan seluas 750 hektare dan akan menelan anggaran hingga Rp40 triliun.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah melakukan pertemuan dengan PT KBN dan pihak investor di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (22/5).
Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara HM Sattar Taba optimistis
rencana nvestasi ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi Sulawesi Selatan.
“Rencana pembukaan kawasan industri ini, PT KBN menggandeng investor asal Cina PT CMRA yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemrosesan logam,” jelas Sattar.
Dia melanjutkan, kehadiran kawasan industri tersebut akan menyerap tenaga kerja hingga 15 ribu orang.
“Jadi, di lahan seluas 750 hektare, rencananya akan dibangun Kawasan Industri atau industrial park yang berfokus pada pengelolaan logam, aluminium dan tembaga,” jelas mantan Dirut PT Semen Tonasa itu.
Dia memperkirakan kawasan industri ini rampung dalam jangka tiga tahun.
“Saat ini kami sedang rampungkan proses pembebasan lahan,” kata Sattar Taba.
Ia menyebutkan setelah merampungkan proses pembebasan lahan, akan dilanjutkan dengan desain perencanaan hingga operasional.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengaku antusias dengan rencana pembangunan kawasan industri di Takalar.
“Kami berjanji akan mempermudah perijinan-perijinan yang dibutuhkan,” ungkap Nurdin.
Dia mengatakan, kehadiran kawasan industri tersebut memiliki multiplayer effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Orang nomor satu Sulsel itu juga menekankan agar investor nantinya mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal. (rhm)
KBN-CMRA Bangun Kawasan Industri Senilai Rp40 T
