MAKASSAR, BKM — Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel bekerja sama dengan sejumlah stakeholder terkait, akan mendirikan posko kesehatan untuk para pemudik di sejumlah titik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) Bachtiar Baso menjamin kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran 2019 ataupun arus balik.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada posko di mana kita menyatu dengan Jasa Raharja, kepolisian, dan sebagainya. Kita menjadi satu tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan baik kepada supir angkutan umum maupun pemudik yang kelelahan” kata Bachtiar, Rabu (22/5).
Ia mengatakan, setiap kabupaten ada satu posko. Termasuk bandara, terminal dan pelabuhan sesuai dengan kebutuhan. Jumlahnya ada 27 titik. Tim ini, kata dia, hadir di pos-pos jaga atau pos peristirahatan sepanjang jalur mudik.
“Kita juga memeriksa tekanan darah, termasuk indikasi adanya konsumsi alkohol atau obat-obatan oleh sopir yang dapat membahayakan penumpang. Atau untuk penumpang kelelahan kita bisa cek kesehatannya,” jelasnya.
Semua unit pelayanan puskesmas hingga ke daerah-daerah juga siap menangani jika ada kasus-kasus darurat seperti kecelakaan. Setiap posko ditempatkan seorang dokter dan perawat serta alat medis yang lengkap. Ia memastikan kesiapan petugas pelayanan kesehatan untuk tetap menangani pasien meskipun pada saat libur lebaran.
“Petugas kesehatan itu tidak ada tanggal merah, pelayanan tidak kenal libur, tetap pelayanan ada meski Lebaran sekalipun, termasuk untuk dokter spesialis,” ujarnya.
Pengaturan petugas jaga untuk musim mudik dan lebaran, kata dia, biasanya sudah ada H-7 sebelumnya, meski ia tidak merinci jumlahnya.
“Petugas kesehatan itu bukan kita di provinsi, tapi berasal dari kabupaten itu sendiri. Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten,” ucapnya. (rhm)
Posko Kesehatan untuk Pemudik di Setiap Kabupaten

BERDESAKAN- Ribuan calon penumpang berdesakan saat memasuki Pelabuhan Merak, Kamis (16/8) dini hari. Meskipun harus rela berdesakan, mudik menggunakan kapal roro banyak disukai karena biayanya lebih murah dibandingkan menggunakan moda transportasi lain. (Adeng Bustomi/Radar Banten)