JENEPONTO, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, untuk memajukan daerah akan didesain model pengembangan ekonomi kerakyatan MichinoekI. ”Model Mochinoeki seperti halnya supermaket. Hanya bedanya, setiap masyarakat yang memiliki produk harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” kata gubernur.
Dia mencontohkan setiap produk masyarakat akan tergambar profil pemilik usaha serta standar produknya sebagai jaminan konsumen. Hal ini dikatakan gubernur Sulsel saat memberi sambutan pada acara, MICHINOEKI Seminar Between Governmen of Sulawesi Selatan and Government Of Japan, di Baruga Krg Pattingalloang Makassar, Kamis (23/5/).
Hadir dalam kegiatan ini Kedutaan Jepang, para bupati se Sulawesi Selatan dan para kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel. Nurdin Abdullah berharap, model ini akan menjawab ketimpangan ditingkat petani selama ini terhadap rendahnya harga produksinya. Program ini nantinya akan dilakukan pendampingan kepada para pengusaha UKM agar dapat menjamin produknya tetap dipercaya konsumen.
Sementara itu, Watanabe dari departemen perhubungan Jepang, mengatakan, model Michinoeki lahir sekitar tahun 1993 yang saat ini sudah terbentuk sebanyak 1.054 di Jepang.
Dijelaskan, sekitar 1.998 model Michinoki telah dilkukan kerjasama dengan swasta dalam pengembangannya, dengan mendorong para petani untuk menjual produk pertanian seperti sayur, buah dan bidang perikanan.
Menurutnya, model ini pada dasarkan dikembangkan di daerah seperti tempat-tempat persinggahan kendaraan yang melintas pada suatu daerah yang juga diistilakan dengan Rest Area.
Dalam seminar ini, Plt Kadis PUPR, Muh Arifin Nur mengaminkan, setelah Kabupaten Jeneponto dapat jatah tahap pertama tahun 2019 bersama Kabupaten Barru, pembangunan rest area dari sepuluh kabupaten yang direncanakan.
Arifin Nur berharap, dengan pembangunan Rest Area Model Michinoki akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Jeneponto. (krk/mir/c)
Jeneponto Dapat Jatah Pembangunan Rest Area
