MAKASSAR, BKN — Bendungan Pasellorang di Wajo segera beroperasi akhir tahun ini. Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menegaskan, Agustus 2019, bendungan ini harus mulai digenangi.
“Saya harapkan musim hujan Agustus tahun ini (2019) bendungan ini mulai digenangi,” jelas Bupati Bantaeng periode 2008 – 2018 ini dalam rapat terbatas di Rumah Jabatan Gubernur, pekan lalu.
Hadir dalam rapat perencanaan penggenangan waduk Pasellorang itu adalah Kepala Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar, Safri; Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Supardji; Kepala Kantor Badan Pertanahan Wajo dan Kepala BPN Takalar.
Kepala BPKH Wilayah VII Safri segera turun bersama BPN untuk identifikasi lahan hutan seluas 300 hektare yang akan dampak dari penggenangan.
“Nanti tim dari BPKH bersama-sama ke lapangan untuk identifikasi lahan yang akan digenangi,” jelas Safri.
Bendungan ini akan mengairi sekitar 7.000 hektare lahan pertanian di Wajo dan sekitarnya.
Bendungan Passelorang yang terletak di
Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, merupakan salah satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang diprogramkan pemerintahan Jokowi-JK di Sulsel. Dua bendungan lain yang masuk PSN di Sulsel adalah Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.
Pembangunan Bendungan Passelorang dimulai sejak 23 Juni 2015.
Kapasitas tampung maksimal bendungan yakni 138 juta meterkubik.
Nilai kontrak pembangunan bendungan sebesar Rp701 miliar dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa. Sedangkan jika, termasuk konsultan sebesar Rp736 miliar.
Bendungan ini ke depan juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata. Dengan potensi listrik 2,5 MW.
Adapun, daya tampung maksimal sebesar 138 M3 dan luas genangan 169 Km2. Progres per hari ini ini 73.29 persen. (rhm)
Agustus Bendungan Pasellorang Digenangi
