MAKASSAR, BKM– Bukan hanya keyakinannya dan cita-citanya yang ingin menghapalkan Alquran hingga hafalannya kini mencapai 30 Juz. Sosok Muhammad Arif Ridha ternyata memiliki keinginan membangun rumah tahfidz Quran bagi anak-anak.
Ayah 3 anak ini, baru mempelajari Alquran saat duduk di bangku SMP kelas III. Saat itu baru memulai untuk mengaji dan baru belajar Iqra 1. bahkan diawal ia ingin mengaji Dia memulai mengaji dan belajar bersama anak-anak kecil usia Taman Kanak-kanak (TK).
“Saya ini orang pulau. Kita tau mi kalau dipulau itu apa-apa serba terbatas begitu juga guru mengaji, saya belajar mengaji awalnya bersama anak-anak di mesjid,”ungkapnya beberapa hari yang lalu.
Dikatakan Ridha, dirinya tidak risih meski harus bergabung anak-anak karena menurutnya jika mau belajar dapat menutut ilmu dengan siapa saja tidak terbatas oleh usia dan waktu. Bagi Arfan, ilmu Alquran itu sangat penting untuk dunia apalagi akhirat.
“saya tidak memikirkan yang lain, Waktu itu di pikiran saya bagaimana agar bisa membaca Alquran, itu saja”ucapnya.
Lebih lanjut, Arfan menyebut, niatnya untuk bisa membaca Alquran ternyata meningkat dengan sendirinya. Usai tamat SMP, dia melanjutkan studi di pesantren 77 Darul Huffaz Bone.
Suami dari Wardatul Adawia ini kemudian lanjut di pesantren dan memperdalam ilmu Alquran karena tekad sendiri. Tak ada sama sekali desakan atau dorongan dari siapa pun.
Setahun kemudian, pria kelahiran Makassar, 19 Agustus 1983 tersebut melanjutkan studi di Jawa. Sambil belajar dia sekaligus menghafal Alquran. Setelah pulang dari Jawa, dia lantas kembali ke kota Makassar tepatnya di Al-Birr memperdalam ilmu.
Lanjut lagi ke Jakarta untuk memperoleh beasiswa ke Mesir. Dia lulus lanjut studi di Universitas Al-Ashar Mesir. Itu berkat hafalan Alquran kini, beragam kesibukan dijalaninya.”Tidak mudah untuk menjadi hafidz alquran apalagi sering kali mendapat gangguan jika tidak di ulangi terus akan dilupa maka dari itu saja diangkat menjadi pembina di salah satu universitas islam di makassar itu juga membantu saya mengingat dan mengajarkannya kepada mahasiswa,”katanya.
Sedangkan kini dirinya tak hentinya merasa bersyukur atas kenikmatan yang telah ia rasakannya akibat dari menghapal alquran, ia tidak memikirkan lagi kenikmatan dunia akan tetapi ia sudah separuh menggengam akhirat buat orangtuanya, dan inilah yang kemudian yang diajarkan kepada anaknya untuk turut menjadi penghapal alquran.
“keinginan saya bukan hanya mengajarkan kepada diri sendiri tetapi kepada kaum muslimin dan terutama keluarga saya tentunya,”tuturnya. (Ita)
