MAKASSAR, BKM — Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Bank Sampah Pusat Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk pembelian sampah daur ulang khusus di bulan suci ramadan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi membeludaknya penukaran dan pembelian sampah daur ulang di masyarakat.
Kepala UPTD Bank Sampah Pusat Kota Makassar Nasrun mengatakan, pembelian sampah daur ulang di UPTD Bank Sampah pusat cukup meningkat. Peningkatan sudah sangat terasa di awal bulan suci ramadan. Di mana silih berganti nasabah datang dan langsung menukar sampahnya, baik plastik, kertas, karton, hingga aluminium.
“Khusus bulan suci ramadan tahun ini, pembelian sampah daur ulang atau penukaran sampah daur ulang cukup tinggi. Jika dibandingkan bulan ramadan tahun lalu yang hanya lebih Rp50 juta, tahun ini sudah mencapai Rp100 juta. Bisa saja terus bertambah sampai selesai lebaran,” kata Nasrun, Selasa (24/5).
Untuk perbandingan bulan biasa di luar dari bulan ramadan, lanjut Nasrun, tidak begitu besar. Bahkan nyaris sama. Di mana setiap bulan tetap mengucurkan anggaran minimal Rp100 juta per bulan untuk pembelian sampah daur ulang.
“Memang kalau dibandingkan bulan-bulan biasa di luar dari ramadan ini, hampir sama. Karena rata-rata kami bayarkan Rp100 juta sampai Rp150 juta per bulan. Tapi kalu dibandingkan dengan bulan ramadan tahun lalu, maka di tahun ini bulan ramadan pembelian sampah meningkat. Tahun lalu tidak sampai Rp100 juta. Tahun ini sudah sampai Rp100 juta. Artinya terus meningkat, khususnya di bulan ramadan,” terangnya.
Dia menilai, masyarakat sekarang ini sudah lebih peduli dengan lingkungannya dan memanfaatkan sampah daur ulang untuk dijual. Apalagi menjelang Idul Fitri.
“Paling banyak sampah kertas, karton dan plastik yang ditukar. Harganya bergantung jenisnya. Yang banyak sampah plastik,” tandasnya. (arf/rus)
Ramadan, Pembelian Sampah Capai Rp100 Juta
