Site icon Berita Kota Makassar

Wagub Bagikan Sembako untuk Penghafal Qur’an

A Pakistani Muslim prays for tsunami victims during the Friday noon prayer at a mosque in Islamabad, 07 January 2005. Pakistani people observed "Yom-e-Dua or "Prayer Day" across the nation to pray for the victims of the tsunami disaster, which has claimed so far 165,000 lives after it devastated the Asian coastline on 26 December 2004. AFP PHOTO/Jewel SAMAD

MAKASSAR, BKM – Gelombang pertama Satu Desa Satu Hafidz telah mencapai proses akhir. Bertempat di Aula BPSDM Pemprov Sulsel, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menghadiri penutupan kegiatan tersebut, Senin (27/5).
Pada gelombang pertama ini, pengembangan Tahfidz Al-Quran Satu Desa Satu Hafidz telah diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/iota di Sulsel. Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemprov Sulsel untuk menghadirkan hafidz di tiap desa.
“Kita bersyukur, di Sulsel akan hadir penghafal Al-Quran di pelosok desa. Kegiatan ini merupakan tahap pertama, berjumlah 50 orang dari kabupaten/kota,” ungkap Kepala Biro Kesra Setda Sulsel, Suherman.
“Terima kasih kepada Wakil Gubernur yang telah memberikan dukungan yang luar biasa sehingga kegiatan ini dapat terlaksana hingga akhir,” ujarnya.
Wagub Andi Sudirman Sulaiman juga memberikan sembako kepada para hafidz. Tak lupa, Wagub mengingatkan kepada para hafidz agar selalu bersungguh sungguh untuk menghapal Alquran.
“Ke depan, untuk gelombang kedua telah ditargetkan diikuti oleh 200 orang. Nantinya para hafidz ini yang ada di tiap desa menjadi cikal bakal pemimpin masa depan,” kata Andi Sudirman, dalam sambutannya.
Ia berpesan, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah pengabdian kepada orangtua. “Jangan pernah berifikir ketika memberi ke orangtua dan jangan pernah berdosa kepada orangtua. Ada peran orangtua dalam doa untuk mengubah takdir seseorang,” pesannya. (rhm/)

Exit mobile version