MAKASSAR, BKM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar angkat suara menyoroti kondisi lorong garden (Longgar) di Kota Makassar yang semakin kumuh dan tidak terawat. Nyaris semua lorong yang dulunya indah, apik, dan terawat kini kembali jorok.
Menurut Ketua Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Kota Makassar, HM Yunus Hj, banyaknya lorong di kota yang kembali kumuh dan tidak terawat karena kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan atau tempat tinggalnya sudah hilang.
Gerakan bersih-bersih yang gencar dilakukan oleh tokoh masyarakat mulai dari Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT-RW) nyaris semua hilang pasca berakhir masa jabatan Moh Ramdhan Pomanto jadi Wali Kota Makassar.
“Sebenarnya masyarakat tidak didik untuk benar-benar mengubah mentalnya jaga kebersihan atau peduli terhadap lingkungannya. Semua terkesan hanya dipaksa saja. Padahalkan harus mentalnya masyarakat yang diubah, jadi siapapun wali kota nya tetap program berjalan,” tegas Yunus, Senin (10/6).
Harusnya sejak dulu tambah Yunus, Wali Kota Makassar menanamkan kepada masyarakat bahwa kebersihan itu adalah sebagian daripada iman dan untuk kenyamanan. Sehingga siapapun wali kotanya, masyarakat tetap saja peduli menjaga kebersihan lingkungan.
Namun saja, Wali Kota Makassar sebelum Iqbal Suhaeb hanya bisa memberikan ancaman kepada pejabat yang ada. Dari tingkat camat, lurah sampai ketua RT-RW. Di mana ancamannya yang sering terdengar yaitu mutasi bagi pejabat camat dan lurah yang tidak bekerja serta pengurangan intensif untuk ketua RT-RW.
“Mental masyarakat memang harus diubah, jadi tanpa ada arahan masyarakat membersihkan. Tapi nyatanya kemarin terkesan dipaksa. Lurah diminta harus begini, harus begitu, dan harus jadi. Inikan terpaksa,” ucapnya.
Oleh karena itu, camat dan lurah diminta tetap aktif turun melakukan kontrol lorong- lorong di wilayahnya dan mengingatkan ketua RT-RW konsisten menjaga kebersihan. Apalagi sudah mendapatkan intensif.
“Jadi jangan hilang pak Danny hilang juga kebersihan. Harus tetap dilestarikan dan dijaga karena ini menjadi kepentingan kita bersama dan Makassar,” tutupnya. (arf)
Dewan Ingatkan Lurah dan Camat Tetap Jaga Longgar
