Site icon Berita Kota Makassar

Pj Wali Kota Diminta Tidak Sibuk Keliling Kota

MAKASSAR, BKM– Sejak dilantik pada 13 Mei 2019 lalu, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb tak juga memperlihatkan kerja nyata menyelesaikan persoalan di kota ini. Jelang tiga hari genap satu bulan menjabat, Pj Wali Kota Makassar diminta tidak hanya sekadar sibuk keliling kota dan menghadiri undangan acara seremoni.
Hal ini disampaikan langsung anggota Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Kota Makassar, HM Yunus. Legislator Partai Hanura itu mengatakan, sejak resmi dilantik, Pj Wali Kota Makassar belum juga memperlihatkan kerja nyata melanjutkan program yang ada. Padahal program pemerintah kota sudah ada dan jelas yang ingin dikerja.
“Wali kota sekarang ini sedikit-sedikit mau melihat dulu situasi, situasi apa coba yang mau dilihat ? Sementara program sudah ada. Biar ki tidur sudah ditahu mi apa saja yang mau dikerjakan dan siapa mau dipekerjakan. Tidak perlu mi lagi sosialisasi segala macam apalagi tidak mau ji jadi wali kota,” keluh Yunus, Minggu (9/6).
Adapun permasalahan yang penting segera diselesaikan Pj Wali Kota Makassar adalah aktivitas gudang di dalam kota. Masih banyak gudang dalam kota yang beroperasi hingga saat ini dengan melakukan bongkar muat barang khususnya di wilayah utara kota.
“Di wilayah utara kota masih banyak gudang ekspedisi dan gudang-gudang lain beroperasi bongkar dan muat barang. Bahkan menjadikan pagar rumah warga rusak karena tersenggol mobil truk yang mau parkir depan pagar rumah warga. Ini harus ditindaki semua, harus dipindahkan semuanya gudang dalam kota ke kawasan pergudangan,” sebutnya.
Yunus menyarankan Pj Wali Kota Makassar instruksikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait segera turun menindak tegas pelaku usaha atau pemilik gudang dalam kota. Agar tidak terkesan adanya pembiaran dari Pemerintah Kota Makassar.
“Tugasnya Pj Wali Kota Makassar cukup saja instruksikan kepala dinas untuk menindak tegas pemilik gudang yang nakal. Kalau sudah diinstruksikan lantas tidak bekerja, evaluasi mi dan kalau memang tidak becus mutasi saja,” tambahnya.
Yunus mengaku sering meminta Disdag Kota Makassar turun menindaki aktivitas gudang dalam kota. Namun saja, baik Disdag Kota Makassar atau Satpol PP Kota Makassar hanya saling lempar tanggung jawab. Tidak bertaring menindak tegas pemilik gudang dalam kota.
“Sekarang memang dibutuhkan pamong yang bekerja tanpa pamrih. Sekarang ini terkesan ada main-main,” tutupnya. (arf)

Exit mobile version