MAKASSAR, BKM–Pendaftaran siswa baru untuk SD dan SMP di Makassar akan dimulai 24 Juni hingga 30 Juni 2019. Tahun ini penekanan bagi para calon siswa baru adalah Zonasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando menegasnya, pihaknya tahun ini tetap menerapkan sistem Zonasi bagi para calon siswa baru. Jadi para siswa nantinya diharapkan mendaftar di sekolah yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggalnya.
“Penekanan penerimaannya adalah Zonasi. Tahapannya juga sudah jalan. Mulai dari sosialisasi, dan tanggal 24 nanti mulai pendaftaran sampai dengan tanggal 30,” kata Rahman.
Walaupun begitu, tidak semua siswa yang diterima di suatu sekolah dari sistem Zonasi. Karena Rahman mengatakan, ada kouta 5 persen untuk siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi dan akademik. Dimana siswa yang mendaftar melalui jalur ini, benas memilih sekolah.
“Pendaftarannya didahului dengan pendaftaran yang jalur prestasi, akademik mulai 24, 25, dan 26. Kemudian jalur zonasi tanggal 27 sampai 30,” tambahnya.
Untuk yang mendaftar melalui jalur Zonasi, para siswa nantinya akan diranking berdasarkan jarak tempat tinggalnya dengan sekolah. Perankingan akan dimulai dari jarak terdekat hingga terjauh sesuai kouta penerimaan siswa di sekolah tersebut.
“Sistem kita, orang yang daftar akan diurut berdasarkan jarak terdekat dari sekolah, sampai berapa yang mampu diterima oleh sekolah itu. Misalnya daftar di SMP 8, kalau yang mau diterima 300 siswa, maka akan dirut dari yang terdekat,” jelas Rahman.
Untuk mengantisipasi para orang tua yang masih belum paham akan sistem zonasi ini, panitia penerimaan pun dikatakan Rahman sudah mencetak juknisnya yang akan sebar ke setiap sekolah. Seluruh panitia jugag sudah memegang juknis untuk memberikan pemahaman kepada orang tua.
“Kami sudah siap. Panitianya sudah terbentuk dari dinas dan seluruh sekolah. Perwali sdh ada, Permendikbud sudah ada, juknis juga sudah dibentuk. Kami sudah bahas di DPRD kota. Kita juga sudah sosialisasi di beberapa tempat, baik langsung maupun melalui media,” tutup Rahman.
Rahman menambahkan, sebanyak 10 SMP hasil regrouping di Makassar siap menerima siswa baru untuk tahun ajaran 2019. Paling sedikit ada empat kelas yang dibuka untuk masing-masing sekolah.
Bahkan tambah Rahman, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada seluruh kepala sekolah hasil regrouping ini. Laporannya pun sudah masuk dan siap menerima siswa baru tahun ini.
Paling sedikit ada empat kelas yang dibuka untuk satu sekolah. Bahkan dikatakan Rahman, kemungkinan ada yang sampai lima kelas atau bahkan enam kelas. Tergantung kebutuhan sekolah masing-masing.
“Paling sedikit empat kelas mereka buka. Ada yang lima, mungkin ada yang sampai enam kelas. Tahun ini kita sudah mulai pelajaran di sekolah tersebut,” kata Rahman saat ditemui di kantornya, Rabu (12/6).
Dijelaskannya, dibukanya penerimaan siswa baru untuk 10 sekolah ini sebagai jabawan atas berbagai harapan masyarakat Makassar selama ini. Dimana selama ini masyarakat ingin supaya dilahirkannya SMP negeri secara merata di seluruh kecamatan di Makassar. Terutama untuk Kecamatan Makassar, yang selama ini belum memiliki SMP negeri.
“Terutama Kecamatan Makassar yang sejak berdirinya kota ini, belum pernah memiliki SMP negeri. Tahun ini kita hadirkan dua SMP negeri di situ. Di Latimojong hasil regrouping SD Lariang Bangi dan di Maccini hasil regrouping SD Maccini,” jelasnya.
Rahman juga menambahkan, pihaknya masih berencana akan melakukan penambahan SMP baru kembali. Namun semuanya akan melihat terlebih dahulu perkembangan 10 sekolah ini terlebih dahulu.”Kita lihat perkembangannya yang 10 ini dulu, baru kita rencanakan lagi,” tutup Rahman.(nug/war/c)
Pemkot Tetap Gunakan Sistem Zonasi
