KALAU berbicara tentang ayam potong mungkin yang terlintas dibenak kita adalah pasar yang becek dan kotor. Bahkan tidak sedikit yang terkesan kumuh. Anggapan tersebut memang benar adanya. Apalagi, orang kadang jijik kalau melihat banyaknya tumpukan bulu ayam dan kulit ayam. Beda dengan Adrian yang setiap harinya berprofesi sebagai jasa pembersih bulu ayam.
Laporan: JUNI SEWANG
Jasa cabut bulu ayam, memotong bagian ayam menjadi berapa bagian, hingga jasa memisahkan daging ayam dengan tulangnya, inilah yang digeluti pria kelahiran Makassar 1993 ini. Warga Jalan Andi Tonro kepada penulis mengatakan, dirinya bersyukur langganan mau antre panjang untuk menggunakan jasa membersihkan ayam karena lebih praktis, hanya Rp3.000 per ekor.
Selain jasa membersihkan ayam, Ardian kerap mengantarkan pesanan rumah makan, ini dampak positif bagi para pelaku usaha pemotongan ayam. Bahkan Ardian mendapat percikan komisi saat mengantarkan ayam yang sudah bersih ke pelaku usaha. Hal tersebut juga memicu Ardian bercita cita untuk mengambil peluang bisnis pemotongan ayam.
Meski keinginannya tidak sepenuhnya didukung oleh modal usaha, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membangun bisnisnya sendiri kelak.
“Saya sudah banyak belajar bisnis ayam potong dari beberapa pengusaha ayam potong. Insya Allah kalau ada rezeki saya akan memulai usaha sendiri,” katanya.
Adrian mengakui, warga yang membutuhkan jasanya untuk membersihkan bulu ayam dan pemotong ayam untuk persiapan hidangan Lebaran mencapai sekitar 100 ekor per hari di Pasar Pa’baengbaeng.
Menurut dia, jumlah ayam tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan, karena jasa cabut bulu ayam pada hari-hari biasa hanya sekitar 20 ekor saja.
Ia menjelaskan, ongkos untuk satu ekor ayam hanya sebesar Rp3.000 dan untuk memisahkan daging dengan tulang yang biasa untuk digiling dicampur dengan daging sapi untuk dibuat menjadi bakso dengan harga Rp5.000 per ekor.
Ardian ikut bekerja pada usaha jasa cabut bulu ayam tersebut sudah tiga tahun ini. Dengan menggunakan alat yang diputar dengan mesin diesel, ia sangat terbantu. Menurut dia, proses mencabut bulu ayam hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit saja per ekor. Ayam disembelih kemudian dimasukan air mendidih. Setelah itu, dipindah ke mesin pencabut bulu dan ayam beberapa menit kondisi sudah bersih tinggal dipotong-potong. Menurut dia, usaha ini saat Lebaran kemarin, memang sedang panen rezeki. Buka sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 wita, antreannya sangat banyak.
“Saya jelang Lebaran kemarin, mendapat uang mencapai sekitar Rp500 ribu per hari, sedangkan hari biasanya paling hanya dapat pemasukan sekitar Rp30.000 per hari,” katanya.
Selain jasa cabut bulu ayam, kata dia, pemilik tempat ia bekerja juga menyediakan ayam hidup untuk dijual.(*)
