SIDRAP, BKM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap mencatat 11.179 KK dan 9 ribu hektare sawah yang sudah ditanami padi terendam.
“Curah hujan masih tinggi di wilayah Sidrap. Hal itu mengakibatkan banjir makin meluas hingga ke 30 desa/kelurahan di tujuh kecamatan,” ujar Kepala BPBD Sidrap Siara Barang, Kamis (13/6).
Siara menambahkan intensitas hujan lebat di Sidrap masih terus terjadi hingga dua pekan mendatang. “Itu berdasarkan hasil koordinasi kita dengan BMKG Makassar yang menyebutkan intensitas hujan masih tinggi,” tandasnya
Cuaca ekstrem terus melanda wilayah Sidrap yang menyebabkan hujan deras disertai angin kencang, beberapa hari belakangan ini.
Hal itu membuat banjir terjadi dimana-mana akibat luapan beberapa sungai besar dan danau Sidenreng serta danau Tempe. Seperti tejadi Kamis, (13/6).
Banjir terus meluas di pemukiman warga dari sebelumnya tiga kecamatan menjadi tujuh kecamatan dengan ketinnggian berpariasi antara 30 cm hingga 2 meter.
Tujuh kecamatan itu yakni Panca Lautang, Tellu Limpoe, Pitu Riawa, Dua Pitue, Pitu Riase, Watang Sidenreng, Maritenggae.
Camat Panca Lautang, Usman Demma mengatakan, cuaca ekstrem masih terus terjadi, makanya harus selalu waspada.
Terkait bantuan bambu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab untuk diberikan secepatnya.
“Yah, bambunya sudah dalam menebangan, ada sekitar 600 batang. Kira-kira dua hingga tiga hari kedepan baru bisa dikirim ke lokasi banjir,” tukasnya. (ady/C)
Cuaca Ekstrem Camat Imbau Waspada
