MAKASSAR, BKM–Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Andi Naiyah Tun Azikin berharap pemerintah pusat memberi banyak kuota untuk tenaga kesehatan pada penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kali ini.
Naisyah sapaan akrab Naisyah Tun Azikin mengatakan, pihaknya saat ini sangat membutuhkan tenaga kesehatan, utamanya dokter.
Ia mengaku jumlah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di puskesmas tidak sebanding dengan jumlah dokter yang bertugas.
Ditambah lagi, sebagian besar dokter yang dipekerjakan di puskesmas merupakan dokter kontrak yang hanya memiliki masa tugas yang terbatas.
“Dokter cuma dua (setiap puskesmas), itupun hanya pulau sementara dokter yang ada di puskesmas sudah mau memasuki masa pensiun. Yang lalukan guru, kami harap tahun ini diprioritaskan tenaga kesehatan utamanya dokter,” kata Naisyah disela Halal Bihalal yang dilakukan bersama kader posyandu se kota Makassar di Gedung BKPSDM, Kamis (13/6).
Akibat kekurangan tersebut, masyarakat kata dia kerap merasa kurang puas saat mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Intinya kami butuh tenaga kesehatan karena setiap waktu dan setiap bulan ada yang pensiun. Sedangkan tidak ada yang masuk, jadi ini tidak berimbang sedangkan tuntutan pelayanan tidak bisa ditunda,” ucap Naisyah.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin mengatakan, pemerintah akan membuka kembali penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) setelah lebaran idul fitri. Sisa kuota tahun ini sebesar 98.000 lowongan. Pada 2019, pemerintah menyediakan kuota PPPK sebanyak 150.000.(nug/war/c)
Dinkes Minta Kuota Tenaga Kesehatan
