Site icon Berita Kota Makassar

Elit Parpol Sulsel Juga Penentu Calon Bupati

MAKASSAR, BKM–Elit partai tingkat provinsi di Sulawesi selatan diprediksi memiliki peran yang cukup besar untuk menentukan siapa saja yang akan diusung pada kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) dan pemilihan bupati (Pilbup) serentak pada 20120 mendatang.
Alasannya, karena jika elit parpol provinsi tidak mengirim nama tersebut ke dewan pimpinan pusat (DPP), maka bakal calon tersebut akan sulit mendapat rekomendasi sebagai calon bupati atau calon wali kota.
Kemarin, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros HA Patarai Amir menemui elit partai Golkar Sulsel. HA patarai yang juga bakal calon Bupati Maros menemui Ketua Bappilu Golkar Sulsel HA Kadir Halid di DPRD Sulsel, Kamis (13/6).
Selain silaturahmi, Patarai juga melaporkan hasil signifikan yang diraih Golkar Maros pada Pileg 17 April 2019 lalu. Selain menambah kursi dari empat ke tujuh, Golkar sekaligus menggusur PAN dari kursi ketua DPRD untuk periode 2019 – 2024.
Ketua DPD II Golkar kabupaten Maros, Patarai Amir mengakui jika pencapaian itu cukup luar biasa bagi partainya. Mengingat, pada periode ini, Golkar hanya meraih empat kursi saja. Plus, hanya sebagai anggota saja di DPRD kabupaten Maros. “Awalnya kita tidak diperhitungkan di Maros. Karena kita cuma punya empat kursi. Hanya anggota. Kemudian kan partai penguasa PAN,” kata Patarai Amir saat bertandang ke DPRD Sulsel jalan Urip Sumoharjo, Kamis (13/6).
PAN sendiri, selain memiliki ketua DPRD, juga mendudukkan kadernya di kursi eksekutif sebagai bupati, yakni Hatta Rahman. Lalu apa trik Golkar menumbangkan PAN? Patarai lalu buka-bukaan.
“Rahasianya, pertama intens kita lakukan konsolidasi dengan pimpinan partai di tingkat desa. Sehingga mereka merasa dihargai. Akhirnya mereka bergerak, menggeliat di bawah,” kata dia.
Ia juga menyebut, keberhasilan itu juga karena komposisi Caleg. Plus, mereka juga semuanya aktif turun. Tidak ada yang dominan.
“Caleg saya bekerja. Turun melakukan sosialisasi. Kalau saya ketemu, saya selalu bilang kalau elektabilitasnya naik. Jadi mereka bersemangat untuk turun sosialisasi terus,” kata dia lagi.
Kadir Halid juga mengapresiasi kedatangan Patarai Amir. Menurut dia, Golkar Maros harus dapat penghargaan.
“Yang penting ketua di situ (Maros). Kita berhasil Menumbangkan PAN di situ. (Padahal) Nasdem wakil Bupati. Harus ada penghargaan. Boleh saja turun di daerah lain tapi Maros naik. Bayangkan, di Bone dari 15 menjadi 9 kursi, Gowa dari 9 menjadi 3. Bulukumba hilang semua unsur pimpinan,” aku Kadir yang menyebut Patarai Amir sebagai calon ketua DPRD Maros.
Terpisah, mantan legislator Golkar Nasran Mone juga berniat menemui elit parpol tingkat provinsi.
Meski hanya siap maju untuk posisi 02. Untuk itu, Nasran Mone hanya menunggu apakah ada pinangan dari bakal calon wali kota. Namun dia baru menjalankan komunikasi beberapa Balon yang dirediksi untuk maju.
“Kalau ada calon walikota yang melamar saya menjadi wakil dan mau lewat partai apa? tergantung mau lewat partai apa dan saat ini saya belum bicara soal partai,” jelasnya.
Sebuah sumber yang ditemui koran ini menyebut jika Nasran Mone berniat menemui Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras dan ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad.
Sebelumnya, Balon wali kota Makassar H Busrah Abdullah telah menemui Ketua DPW PAN Sulsel H Ashabul Kahfi. “Iya Pak Busrah telah menemui saya dan Insya Allah kita memberikan dukungan untuk Pak Busrah,”ujar Kahfi dua hari lalu.
Tak hanya itu, politisi Demokrat Adi Rasyid Ali (ARA) juga mengaku bila soal Pilwali Makassar, Demokrat juga menyerahkan sepenuhnya ke DPD Demokrat Sulsel. “Kami menyerahkan ke ketua DPD Demokrat Sulsel pak Ni’matullah Erbe,”ujar ARA yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. (rif)

Exit mobile version