MAKASSAR, BKM — Gerilya bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota Makassar kian gencar dilakukan. Dalam sehari saja, empat orang yang digadang-gadang maju dalam pilwali 2020 mendatang, melakukan pertemuan walau tak terduga pada Sabtu malam (15/6).
HM Busrah Abdullah dan HM Nasran Mone bersua di Warung Kopi Kedai Kita Jalan Landak, Makassar. Selain itu, Busrah yang pernah menjabat ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar dua periode ini, juga bertemu dengan tokoh asal Tana Toraja Ferdy M Andi Lolo.
“Kami dengan Pak Nasran Mone hanya bertemu biasa. Saling gobrol sesama mantan anggota DPRD Kota Makassar,” ujar Busrah, Minggu (16/6).
Busrah pernah maju di pilwali Makassar sebagai calon wawali dari Irman Yasin Limpo. Untuk pilwali mendatang, pengusaha hasil laut ini siap maju sebagai calon wali kota. Sementara Nasran masih akan menyesuaikan serta tetap realistis. Jika hasil akhir harus maju sebagai 02, tentu tidak ada masalah.
“Saya realistis saja,” jelas Nasran yang pernah menjadi anggota DPRD Makassar tiga periode.
Di waktu yang hampir bersamaan namun di tempat berbeda, mantan Wakil Wali kota Makassar Syamsu Rizal dan Taufiqul Hidayat alias Onasis pun bertemu di kedai kopi Papa Ong, Jalan Rusa. Pertemuan dua figur ini “diprakarsai” Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RB Komjen Pol (Purn) Syafruddin. Bersama mantan Wakapolri RI itu, keakraban tampak jelas di raut wajah masing-masing.
“Saya mengajak kalangan anak muda maju bertarung di pilwali. Pak Ical dan Pak dokter Onasis silakan. Tentu dengan suasana tetap menjaga persatuan,” kata Syafruddin.
Menurut Syafruddin, siapapun yang maju tetap harus bersatu untuk membangun Kota Makassar. “Kebetulan di warkop jadi ngumpul bertiga. Ini tak direncanakan,” kata Onasis yang merupakan putra Ande Latief, pemilik travel haji dan umrah PT Tiga Utama.
Ismak Lirik Parpol
Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Muhammad Ismal, mulai intens melakukan sosialisasi. Ia telah memasang sejumlah alat peraga kampanye (AKP) pada beberapa ruas jalan di Kota Makassar.
Selain memperkenalkan diri, baklon wali kota Makassar ini juga telah memasang strategi bagaimana bisa mendapatkan dukungan dari masyakrat, hingga partai politik yang merupakan syarat maju sebagai orang nomor satu di Makassar.
“Saat ini sementara kami susun. Tahapannya saat ini masih lama. Kita berusaha untuk bisa mendapatkan dua tiket tersebut, apakah maju lewat jalur perseorangan dan jalur partai politik,” ujar Muhammad Ismak di Novotel Hotel, Sabtu malam (15/4).
Menurutnya, maju sebagai bakal calon wali kota lebih baik melalui partai politik. Karena mereka semuanya nantinya akan menjadi mitra ketika menjadi wali kota lima tahun ke depan.
“Memang lewat parpol lebih baik. Karena seorang maju dan terpilih pastinya bermitra dengan parpol di DPRD saat menyusun program,” katanya memberi alasan.
Meski demikian, Muhammad Ismak belum melakukan komunikasi dengan partai politik. Karena hasil pemilu 17 Apil lalu belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), walau sudah terlihat partai mana sebagai pemenang. “Saya kira masih lama (tahapan),” ucapnya.
Muhammad Ismak menegaskan, sejauh ini sudah ada komunikasi yang dilakukan. Hanya saja dirinya tidak ingin menyebutkan nama-nama tersebut. (arf/rus)
