MAKASSAR, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo, menyatakan siap membantu aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan kapal latih SMK di Sulsel. Hal tersebut disampaikan None, sapaan akrab Irman YL, Minggu (16/6) di Makassar.
“Saya pribadi dan secara kelembagaan (Disdik) siap membantu polisi dalam proses pengusutan kapal latih,” ujarnya.
Mengenai kesiapannya untuk memenuhi panggilan Polrestabes Makassar, Senin (17/6), None mengatakan, akan dikondisikan dengan agenda dinas. Apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru 2019. “Sekali lagi saya siap membantu kepolisian mengusut ini,” tegasnya.
Integritas, bagi None sebagai pejabat dan abdi negara adalah segala-galanya.
Rencananya, Irman akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan delapan kapal latih kemaritiman di Disdik institusi yang dipimpinnya. None dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus yang kini tengah bergulir di tahap penyidikan.
Hal itu dibenarka Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi, Minggu (16/6). “Besok (hari ini) akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi,” ujar Indratmoko.
Hanya saja, ia belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan akan hadir untuk memberikan keterangan. ”Kalau yang bersangkutan hadir, pasti kita akan periksa dan mintai keterangannya,” pungkasnya.
Indratmoko berharap agar yang bersangkutan bisa kooperatif untuk memenuhi panggilan penyidik.
Diketahui, sejak kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan yang bergulir sejak Maret 2019 lalu, penyidik Polrestabes Makassar telah menyita delapan unit kapal latih SMK dan dijadikan barang bukti. Pengadaan kapal tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulsel dan Dana Alokasi Khusus (DAK), tahun 2018 sebesar Rp32 miliar.
Kapal buatan Tanaberu, Kabupaten Bulukumba ini diperuntukkan sebagai kebutuhan laboratorium kemaritiman siswa SMK di Sulsel. Di antaranya untuk SMK 3 Jeneponto, SMK 2 Bantaeng, SMK 9 Makassar, SMK Bulukumba, dan beberapa SMK lainnya. (mat/rus)
Hari Ini, None Diperiksa Polisi
