BANTAENG, BKM — Seorang kakek Mantang (60), yang sehari-hari berprofesi sebagai petani meninggalkan rumahnya menuju sawah miliknya yang di Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Minggu (16/6).
Menurut penuturan istrinya, Bacce (58), suaminya rutin ke sawahnya dan kembali ke rumah saat senja mulai menghilang. “Biasanya, magrib adami di rumah”, ucapnya sendu.
Perasaan resah dan gelisa mulai menghelayuti hatinya ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30 wita. Sang suami yang sudah puluhan tahun berbagi suka dan duka dengannya, tak kunjung pulang.
Dia lalu memanggil putranya Jupri (16) dan memintanya menyusul ayahnya ke sawah. Setelah bolak balik menyusuri pematang sawah, mata Jupri menangkap sosok yang terbaring di pematang.
Jupri yang masih remaja itu, memberanikan diri mendekat. Begai petir menyambar siang bolong. Tulang belulang Jupri serasa remuk setelah memastikan sosok tersebut adalah ayah kandungnya yang sudah terbujur kaku.
Sang lalu meminta pertolongan warga sekitar. Sejurus kemudian, informasi menyebar hingga ke Mapolsek Bissappu. Beberapa personel polsek pun menuju TKP dan mengangkut jenazah Mantang ke RSUD Prof Anwar Makkatutu guna kepentingan penyelidikan.
Setelah divisum, jenazah Mantang diserahkan kepada keluarganya untuk pengurusan penguburannya.
Diungkapkan Bacce, suaminya sering mengeluhkan ulu hatinya sakit. Dia diduga mengidap penyakit jantung. (wam/C)
Petani Ditemukan Meninggal di Sawah
