GOWA, BKM — Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sallutowa yang terletak di Dusun Sallutowa, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada tahun 2019 ini mampu menembus tingkat Provinsi Sulsel untuk penilaian lomba Adiwiyata.
Penilaian lomba sekolah berbasis lingkungan ini akan mulai terlaksana pada minggu ketiga Juni 2019. Jajaran SDI Sallutowa dipandu Korwil Tinggimoncong, kini telah melakukan persiapan menuju penilaian lomba itu.
Kepala SDI Sallutowa, Syam Syamsuddin Bange, Senin siang (17/6), mengatakan, saat ini pihaknya melakukan berbagai persiapan. Harapannya, sekolah yang diasuhnya tersebut mampu meraih prestasi terbaik nantinya.
”Setiap hari baik para murid, guru-guru yang ada melakukan penataan untuk berbagai kategori penilaian. Bukan hanya dari segi administrasi sekolah, tapi juga dari segi keindahan dan isi tanaman-tanaman yang dikembangkan melalui program sekolah berbasis lingkungan tersebut,” jelas Syam.
Terpisah, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Tinggimoncong, Amran Azis, kepada wartawan mengatakan, hal yang diprioritas pihak sekolah SDI Sallutowa adalah memenuhi standar penilaian dengan melengkapi administrasi berupa porto folio.
Juga merutinkan guru dan murid melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pemanfaatan lingkungan, potensi lokal dan barang-barang bekas supaya bisa bermanfaat untuk diri anak didik dan lingkungan sekolah.
”SDI Sallutowa ini memiliki program unggulan dalam lomba adiwiyata ini dimanan semua lahan kosong dalam lingkungan sekolah disulap menjadi kebun obat (tanaman yang bisa menjadi obat-obatan),” jelas Amran Azis.
Dikatakan, sekolah berbasis lingkungan itu harus dimaknai baik bagi seluruh penghuninya. Dimana, sudah tentu jika sekolahnya sudah berbasis lingkungan maka semua potensi dalam sekolah harus menerapkan itu selamanya.
”Manfaatnya tentu akan kembali ke murid dan guru. Sekolah yang nyaman, hijau dan terjaga kelestarian alam lingkungannya maka akan menjadi tempat belajar yang baik. Hasilnya tentu akan melahirkan murid-murid berkualitas di kemudian hari,” kata Amran Azis. (sar/mir/c)