Site icon Berita Kota Makassar

Sentra Kopi Prospektif PAD

BANTAENG, BKM — Sentra atau pusat pengolahan kopi yang berlokasi di bekas pasar Banyorang, ibukota Kecamatan Tompobulu, memiliki prospektif yang menjanjikan untuk penambahan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantaeng.
Hanya saja, menurut Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian (TKP) Bantaeng, A Irfan Fajar, Selasa (18/6), untuk saat ini, industri tersebut belum menjadi salah sektor PAD. Pasalnya, kata dia, sentra kopi baru dalam tahap pengembangan.
Kepala Seksi Industri Logam pada Dinas TKP yang juga selaku PPTK, A Lukman Agung, menjelaskan, sentra kopi merangkul beberapa penggiat Industri Kecil Menengah (IKM). “Kelompok IKM ini yang memproduksi kopi menurut bidang keahlian masing-masing”, jelasnya.
Dikatakan Lukman, saat ini baru dua jenis produk yang dihasilkan. Yaitu, kata dia, Green Been (Kopi Biji) dan kopi bubuk. Untuk jenis kopi bubuk, lanjutnya, pangsa pasarnya masuh terbatas. “IKM baru memproduksi kopi bubuk spesial untuk kalantan menengah ke atas. Kami belum memproduksi kopi bubuk untuk pasaran umum”, urainya.
Didampingi Kasi, Kadis mengungkapkan, pihak IKM belum mampu memebuhi permintaan pasar untuk jenis Green Been. “Ada pengusaha dari Makassar dan Surabaya memesan Green Been dalam jumlah berton-ton. Tapi IKM belum mampu memenuhi permintaan tersebut”, katanya.
Dijelaskannya, penyebab ketidakmampuan IKM terbentur kepada masalah dana. “Petani mau dibayar kontan. Sementara IKM tidak punya dana besar untuk memenuhi permintaan pasar”, paparnya.
Meski demikian, Kadis optimistis sentra kopi bisa menjadi salah satu sektor PAD kalau ditangani dan dikelola dengan baik. “Saya yakin, kedepan, industri ini bisa menjadi penyokong kas daerah kalau dikelola dengan baik, disertai permodalan yang memadai”, pungkasnya. (wam/C)

Exit mobile version