MAKASSAR, BKM — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar yudisium periode yang ke 4 bulan Juni 2019 di Baruga Prof. Achmad Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rabu (19/6/2019).
FKG Unhas berhasil meluluskan 5 orang Spesialis Prostodonsia dari PPDGS Prostodonsia, 8 orang dokter gigi dari Program Profesi Dokter Gigi dan 10 orang Sarjana Kedokteran Gigi dari program Sarjana Kedokteran Gigi.
drg. Rustan Ambo Asse, Sp.Pros., sebagai wisudawan terbaik pada Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (Sp.) dengan IPK 3.94, drg. Soraya Ugiani menjadi wisudawan terbaik pada Program Profesi Dokter Gigi (drg) dengan IPK 3.78 dan Zulkifli Z, SKG., menjadi wisudawan terbaik pada Program Pendidikan Sarjana (S1) dengan IPK 3.47.
Saat yudisium, Dekan FKG Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K)., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Prof. Dr. drg. Edy Machmud., Sp.Pros(K), Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sumber Daya Dr. drg. Nurlindah Hamrun, M.Kes, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K) dan Ketua Program Studi Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Prostodonsia FKG Unhas drg. Irfan Dammar., Sp.Pros(K).
Acara yang berlangsung pada pukul 09.00 WITA ini, diawali oleh pembukaan oleh Dekan FKG Unhas, dilanjutkan dengan pembacaan Doa oleh Ustaz Djamaluddin, pembacaan nama-nama yudisium oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Prof. Dr. drg. Edy Machmud., Sp.Pros(K), pembacaaan kode etik kedokteran gigi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K) serta sambutan oleh Dekan FKG Unhas drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K).
Dalam sambutannya, drg. Ruslin mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah diyudisium dan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa yang mencapai prestasi Akademik IPK tertinggi, dan ucapan selamat kepada Para orang tua/wali, suami/istri yang di yudisium.
drg. Ruslin juga menyampaikan tentang perkembangan program studi baru yang akan dibuka tahun ini.
“Insya Allah pada awal bulan Juli 2019 PPDGS Ortodonsi akan divisitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan task force pembukaan PPDGS KGA telah merampungkan proposal setelah menerima revisi yang selanjutnya akan diproses di tingkat Universitas,” ungkap drg. Ruslin.
“Untuk para Yudisium SKG yang akan memasuki jenjang Profesi, kami ingatkan kembali aturan akademik, tentang masa studi untuk mahasiswa profesi 2N yaitu 8 semester, jika mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan sesuai masa studi maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan drop out untuk itu sekali lagi mohon untuk lebih serius menggenjot prestasi Akademik pada tahap profesi sehingga akan membuahkan hasil menjadi dokter gigi yang siap secara profesional memberi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di tengah masyarakat yang semakin kritis di saat ini”, tambah drg. Ruslin. (rls)
