MAKASSAR, BKM–Partai Golkar Sulsel mulai buat agenda untuk membentuk tim penjaringan bakal calon wali kota, wakil wali kota, bupati dan wakil bupati.
“Kita sudah mau melakukan rapat rapat untuk membantuk tim penjaringan. Nanti dari berapa korbid korbidnya. Nanti DPD I Golkar Sulsel yang melakukan evaluasi untuk menjajal calon di 12 kabupaten kota yang akan melaksanakan pemilihan wali kota (Pilwali) dan pemilihan bupati (Pilbup),”ujar wakil ketua DPD I Golkar Sulsel HA Kadir Halid, Rabu (19/6).
Kadir yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini mengemukakan bila pihaknya juga akan meminta laporan dari setiap DPD II. “Nanti kita minta juga laporan dari masing-masing ketua DPD II, jadi sekarang melakukan sonding-sonding dengan melakukan komunikasi dengan sejumlah bakal calon yang sudah muncul dilapangan,”jelasnya.
Dari 12 daerah yang akan mengikuti Pilwali dan Pilbup, ada tujuh daerah dimana Golkar mampu mengusung pasangan tanpa harus menjalin koalisi dengan partai lain. Ketujuh daerah tersebut yakni Maros, Barru, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara dan Pangkep. “Meki mampu mengusung tanpa koalisi, tapi sebaiknya Golkar menjalin koalisi agar semakin baik,”ucap Kadir yang duduk bersama Ketua DPD II Golkar Takalar Fachruddin Rangga.
Tak hanya Golkar, Gerindra dan Demokrat, namun Partai Hanura juga siap membentuk tim penjaringan.
Meski demikian, Partai Hanura Makassar belum mulai membuka pendaftaran untuk bakal calon wali kota.
Ketua DPC Hanura Makassar, H Yunus mengatakan jika saat ini belum ada perintah dari DPD maupun DPP untuk melakukan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, sehingga belum bisa menyebut usungan yang bakal didorong maju.
“Belum ada ini perintah dari DPP dan DPD kapan dibuka walaupun kita hanya 3 kursi tapi kita percaya diri usung juga kalau Hanura gandeng Perindo dua kursi itu kita juga bisa usung,” ungkapnya, Selasa (18/6).
Ia mengatakan mekanisme penjaringan yang dilaksanakan Hanura akan ketat dengan standar yang biasa. Bakal calon yang berminat mengendarai Hanura, wajib mengikuti tahapan ini agar calon yang diusung nantinya sesuai dengan visi misi partai.
Fit and proper test nantinya, akan dilakukan bagi bakal calon yang mengembalikan formulir dan lulus seleksi administrasi dengan sejumlah kriteria yang ditetapkan. Setelah dinyatakan memenuhi syarat baru dilakukan fit and proper test.
“Harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan baru bisa dilakukan fit and proper test. Kita mau lihat pengalaman, kemampuan atau komptensinya dan yang paling penting adalah apa komitmen terhadap partai,” jelasnya.
Sekadar diketahui, ada 12 kabupaten/kota yang bakal melaksanakan pemilihan yakni kota Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, Luwu Utara, Soppeng, Gowa, Selayar, dan Bulukumba. (ita/rif)
Golkar dan Hanura Akan Bentuk Tim Penjaringan
