PANGKEP, BKM — Sejumlah mahasiswa Unismuh Makassar melakukan penelitian sosio-kultural di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga Maret 2019.
Penelitian yang dilakukan terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikenal masyarakat setempat acara ‘Mammaudu’. Perayaan tradisi Mammaudu di Desa Sengkae, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, telah lama dilakukan.
Perayaan ini adalah hasil dari tradisi turun temurun dari orang-orang terdahulu. Sebagian warga mengungkapkan, tradisi ini berlangsung pada tahun 1980 ketika Masjid Babut Taqwa yang ada di Desa Sengkae berdiri.
Hasil penelitian yang didapatkan, makna dari tradisi ‘Mammaudu” ini tidak terlalu diketahui masyarakat Sengkae. Karena mereka hanya melanjutkan tradisi yang merupakan peninggalan turun temurun tanpa mengetahui apa makna yang terkandung dalam perayaan tersebut.
Kurangnya masyarakat yang mengetahui makna diadakannya tradisi tersebut mengakibatkan tradisi ‘Mammaudu’ pernah ingin dihilangkan. Karena masyarakat yang bergabung dalam organisasi Muhammadiyah menentang diadakannnya tradisi tersebut karena tidak sesuai syariat Islam.
Namun di balik itu, kata Nurul Fadilah, salah seorang mahasiswa Unismuh yang terlibat dalam penelitian ini, dengan adanya tradisi Mammaudu di Kabupaten Pangkep, masyarakat setempat lebih mudah meningkatkan keakraban. Adapun mengenai makna simbolik perayaan Mammaudu yang dianggap melanggar syariat Islam hal tersebut dikembalikan kepada niat pelaksana. (mir)
Mahasiswa Unismuh Teliti Peringatan ‘Mammaudu’ di Sengkae
