BARRU, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 00.05 Wita. Hari baru saja berganti dari Minggu (23/6) ke Senin (24/6).
Walau sudah tengah malam, suasana di Dusun Ajakkang, Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru tampak ramai. Warga setempat gaduh. Mereka berlarian ke sebuah rumah yang di bagian atasnya tampak kepulan asap disertai kobaran api.
Tak lama berselang, jilatan si jago merah merembet ke satu rumah lainnya. Dua rumah panggung yang saling berdekatan inipun dilalap api.
Dari rumah pertama yang terbakar, seorang nenek usia 85 tahun menjadi korban. Perempuan bernama I Cenning ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya hangus setelah terpanggang api.
Selain itu, ada juga satu korban luka bakar bernama Itasse (65). Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran. Karena pada saat kejadian, warga tengah terlelap dalam tidur.
I Cenning sendiri baru diketahui terpanggang api, setelah ditemukan dengan kondisi tubuh hangus dan tidak utuh setelah api dipadamkan. Dalam peristiwa ini, dua keluarga kehilangan tempat tinggal.
Saat kejadian, korban tewas I Cenning hanya berempat di rumah yang terbakar. Masing-masing I Tasse (65), Ita Rianti(15), dan Hanisa (14). Ketika itu Arif, menantu I Cenning yang juga merupakan pemilik rumah sedang bermalam di rumah kebun bersama istrinya.
Keempat keluarga Arif yang ditinggalkan itu, hanya tiga yang bisa menyelamatkan diri dari maut. Sementara mertuanya I Cenning terkurung dalam api yang sudah membesar.
Sedangkan iparnya I Tasse juga mengalami luka bakar melepuh di beberapa bagian tubuhnya. Beruntung, nyawa I Tasse masih bisa diselamatkan bersama cucunya.
Dalam peristiwa ini, rumah Ilham (42), tetangga Arif juga hangus terbakar. Keluarga Ilham lebih beruntung, karena semua kerabatnya berhasil menyelamatkan diri.
Di hadapan petugas Polsek Soppeng Riaja, Ilham mengakui jika dirinya bersama Rahasia (45), istrinya dan keempat anaknya berhasil menyelamatkan diri dari amukan api.
Ketika itu ada suara gemuruh dan hawa panas. Dia kemudian memastikan bahwa rumah tetangganya terbakar dan apinya tidak bisa lagi dikendalikan, karena semakin membesar.
“Saat itulah saya berteriak membangunkan istri dan anak-anak untuk secepatnya meninggalkan rumah,” ujar Ilham kepada polisi yang memintainya keterangan.
Sementara keluarga Arif belum bisa dimintai keterangan sehubungan dengan tragedi yang menimpa keluarganya. Sebab, mertua Arif tewas dalam peristiwa kebakaran ini, dan tantenya juga mengalami luka bakar sekitar 20 persen di beberapa bagian tubuhnya. Ia masih menjalani perawatan di Puskesmas Mangkoso.
Kapolres Barru AKBP Burhaman melalui Kasubag Humas AKP Sainuddin yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Ada dua rumah yang terbakar, masing-masing rumah milik Arif dan Ilham. Dalam kejadian ini, dua keluarga Arif menjadi korban kebakaran. Satu meninggal dunia. Satu lainnya mengalami luka bakar pada bagian lengan kanan, kaki kanan, jari kiri, kening hingga punggung. Penyebab kebakaran diperkirakan akibat arus pendek listrik. Sumber api diduga berasal dari rumah Arif, dan kerugian ditaksir sekitar Rp150 jutaan,” jelas Sainuddin .
Bupati Barru Suardi Saleh langsung mengunjungi lokasi kebakaran di Kampung Ajakkang dan melayat korban kebakaran. Tak lupa menyerahkan bantuan makanan dan logistik lainnya. Suardi dihadapan para keluarga korban berjanji akan memberikan bantuan pembangunan pascakebakaran. (udi/rus/b)
