Site icon Berita Kota Makassar

Humas Pemkot Raih Penghargaan Terbaik 2019

MAKASSAR, BKM–Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menganugerahi Humas Pemkot Makassar piagam penghargaan kategori Kemitraan Media Terbaik 2019.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman pada malam penganugerahan Humas Sulsel Expo 2019 di Phinisi Point Mall, Sabtu (29/9).
Penghargaan diterima langsung oleh Asisten II Pemkot Makassar, Andi Irwan Bangsawan disaksikan sejumlah kepala daerah serta praktisi humas kabupaten dan kota se – Sulsel.
Kabag Humas Pemerintah Kota Makassar, Muhammad Roem, menyampaikan rasa syukur dan suka citanya atas torehan prestasi yang diraih itu.
“Alhamdulillah, penghargaan ini membuktikan apa yang telah dibangun seperti sinergitas media yang selama ini dalam bentuk kemitraan media mendapatkan apresiasi terbaik,” ucapnya.
Roem berharap dengan penghargaan ini bisa lebih memacu kerja – kerja timnya agar membawa citra Pemerintah Kota Makassar lebih baik lagi.
Selama empat tahun lebih, Pemerintah Kota Makassar menjalin kemitraan dengan seratusan lebih media cetak, elektronik, dan online baik lokal dan nasional.
Bentuk kemitraan itu menempatkan humas dan media sebagai mitra strategis dalam menyajikan informasi yang beragam, edukatif, dan terpercaya.
Sebelumnya, Humas Pemkot Makassar di tahun 2018 lalu mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama di malam puncak SYL Award.
M Roem juga mengatakan, Sodarata segera terintegrasi dengan Baruga Sulsel, aplikasi serupa yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulsel. Baruga Sulsel juga terhubung dengan Lapor milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Akan memudahkan masyarakat dalam pelayanan pengaduan. Selain itu, pemetaan kebutuhan masyarakat berdasarkan aduan pelayanan publik juga semakin mudah dilakukan. Bukan hanya skala kota tapi provinsi bahkan nasional,” kata Roem.
Sodarata memiliki 18 kategori aduan yaitu infrastruktur jalan dan drainase, kemacetan, pohon tumbang, kebersihan dan persampahan, administrasi kecamatan, administrasi perizinan, administrasi KTP dan KK, pelanggaran bangunan dan IMB, administrasi perindustrian, kebakaran, parkir liar, lampu jalan rusak, tenaga kerja, pungutan liar, banjir, iklan tak berizin, layanan kesehatan home care, serta anak jalanan dan gepeng.
Di halaman beranda ditampilkan aduan atau laporan warga. Informasi aduan memuat identitas pelapor, waktu, obyek aduan berupa foto, status laporan, dan SKPD terkait yang menjadi leading sector dari aduan masyarakat.
Apabila laporan warga telah tertangani maka akan tampil lingkaran berwarna hijau, aduan sementara ditangani menampilkan lingkaran kuning, dan belum ditangani berwarna merah.
Umumnya jenis aduan warga yang masuk mengenai kebersihan dan persampahan. Untuk jenis aduan ini, admin Sodarata akan meneruskan ke kecamatan sesuai lokasi obyek aduan.
Aduan lainnya berupa lampu jalan yang padam dan jalan rusak atau berlubang. Kedua aduan ini berada pada kategori berbeda yaitu lampu jalan rusak serta infrastruktur jalan dan drainase. Meski berbeda kategori namun keduanya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum.
Tak jauh beda dengan Baruga Sulsel di tampilan beranda juga memuat laporan warga yang dilengkapi identitas pelapor dan waktu melapor. Bedanya, laporan warga tidak disertai foto yang menjadi obyek laporan.
Status laporan ditampilkan dengan simbol huruf D, P, dan S. D yang berarti disposisi, P bermakna progres, dan S adalah selesai. Laporan yang masuk juga diteruskan ke SKPD terkait.(nug/war/c)

Exit mobile version