Site icon Berita Kota Makassar

Sabtu Bersih Gantikan Program Lisa dan MTR

MAKASSAR, BKM–Pascaberakhirnya masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto beberapa bulan lalu, ternyata dibarengi dengan berhentinya sejumlah program strategis di Pemkot Makassar. Salah satunya yakni program lorong garden dan Makassar Majukan Lorong.
Hal ini terlihat dari kondisi lorong yang mulai terlihat jorok. Bunga dan tanaman seperti cabe, terong tidak lagi menghiasi sejumlah lorong-lorong.
Meski begitu, Pemerintah Kota Makassar mengaku tetap memprioritaskan kebersihan di lorong. Namun kali ini, mindset masyarakatlah yang harus lebih diubah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, kebersihan di Makassar terutama di lorong-lorong saat ini bukanlah hanya menjadi tanggungjawab pemkot semata. Namun ia juga berharap masyarakat bisa turut serta mengubah pola pikirnya terhadap kebersihan.
“Harusnya masyarakat semakim sadar, bukan hanya mengharapkan pemerintah. Seperti misalnya, kita kan ndak mungkin sapukan rumah ta tiap hari, masyarakat juga ndak mungkin kan menyapu satu kali semimggu, harusnya kan tiap hari. Kita berharap masyarakat yang ada di lorong dan secara umum supaya lebih peka terhadap kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Maya sapaannya menambahkan, kebersihan di lorong kini juga harus lebih diperhatikan oleh lurah dan camat setempat. Karena ia mengaku jika tugas kebersihan juga telah dilimpahkan ke kecamatan.
“Jadi tugas camat dan lurah jangan berhenti berikan sosialisasi ke masyarakat. Mengenai bagaimana memilah sampah, mengaktifkan kembali bank sampah. Jangan berganti pimpinan, hal-hal yang bagus juga ditinggalkan,” tambahnya.
Pemkot Makassar sendiri dikatakan Maya juga telah meluncurkan Program Sabtu Bersih. Dimana program ini dikatakannya sebagai lanjutan program Lihat Sampah Ambil (Lisa) dan Makassar ta Tidak Rantasa. Dimana program ini sendiri merupakan program kebersihan yang dirancang untuk mengubah mindset masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Lebih jauh terkait hal tersebut, pihak DLH juga akan segera menyosialisasikan pengurangan sampah dan penanganannya yang ada di lorong-lorong. Rencananya Maya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada para camat lorong mana yang menjadi prioritas sosialisasi ini.
“Dalam waktu dekat kita akan sosialisasikan ini. Target tempatnya, saya meminta kecamatan untuk menentukan tempat dulu yang mana mau dijadikan percontohan zero waste,” ungkap Maya.(nug/war/c)

Exit mobile version