MAROS, BKM — Forum Komunikasi Jasa Konstruksi Kabupaten Maros mendatangi kantor PT (Persero) Angkasa Pura I Maros, Kamis (4/7). Kedatangan para ketua asosiasi ini untuk melakukan pertemuan dengan manajer PT (Persero) Angkasa Pura I Maros guna melakukan kerjasama dalam pengerjaan proyek jasa kontruksi yang ada dilingkup PT Angkasa Pura I Maros yang selama ini dikerjakan kontraktor Makassar. Sehingga rekanan Maros hanya menjadi penonton di lapangannya sendiri.
Ketua Asosisi Jasa Kontruksi Gapeksindo, Muh Rezah, saat dihubungi wartawan usai melakukan pertemuan dengan manajer PT Angkasa Pura I, mengatakan, sudah dua tahun terahir ini, pekerjaan jasa kontruksi dilingkup pemerintahan Maros sangat kurang.
Sementara jumlah perusahaan jasa kontruksi yang terdaftar dibeberapa asosiasi di Maros sudah ada sekitar 340 perusahaan. Sementara pekerjaan proyek jasa konstruksi sangat terbatas.
”Jumlah perusahaan yang menganggur akibat kurangnya proyek di Maros sudah mencapai angka sangat banyak,” jelas Rezah.
Ditambahkan Rezah, kurangnya proyek jasa kontruksi dilingkup pemerintahan Maros menjadi masalah besar buat mereka. ”Sudah dua tahun terahir, paket proyek jasa konstruksi dilingkup pemerintahan Maros sangat kurang. Sehingga lebih banyak rekanan yang menganggur dari pada bekerja.” sebut Rezah.
Lanjut Rezah mengatakan, jika rekanan Maros hanya berharap pekerjaaan dari Pemkab Maros maka bisa dipastikan hampir 75 persen pengusaha jasa kontruksi di Maros akan gulung tikar karena sulitnya mendapatkan pekerjaan proyek.
”Kami prediksikan jika pengusaha jasa kontruksi hanya berharap proyek dari Pemkab Maros maka dipastikan banyak yang gulung tikar karena kurangnya paket pekerjaan,” ujar Rezah.
Sementara itu, Andi Khaerul, Ketua Gapensi Maros, kepada wartawan, mengatakan, kurangnya paket proyek yang ada dilingkup Pemkab Maros mengakibatkan mereka perlu mengambil sikap agar para rekanan lokal tidak jadi penonton di lapangan sendiri.
Banyak proyek proyek nasional yang dikelola PT (Persero) Angkasa Pura I Maros yang selama ini hanya dikerjakan rekanan luar Maros.
”Sementara kami semua ini kekurangan pekerjaan. Banyak sekali pekerjaan proyek di PT (Persero) Angkasa Pura I Maros tidak dilibatkan kontraktor lokal,” kata Haerul.
Padahal, kata Haerul, aturan syarat apapun yang diminta pihak Angkasa Pura I Maros, mereka siap. Untuk kualitas perkerjaan tentu mereka sudah berpengelaman dan siap lebih berkualitas pekerjaaan dengan kontrakrtor Makassar.
”Sebab, apa yang kita kerjakan adalah aset masyarakat Maros, karena pekerjaan proyek fisik berada dalam wilayah Kabupaten Maros. Kami para rekanan siap bersaing baik kualitas pekerjaan maupun kualitas lainnya,” janji Haerul. (ari/mir/c)
Proyek Kurang, Kontraktor Maros Datangi Angkasa Pura I
