Site icon Berita Kota Makassar

Tewas Ditembak Usai Tertangkap Balapan Liar

MAKASSAR, BKM — Hari sudah berganti, dari Senin (8/7) ke Selasa (9/7). Jarum jam menunjukkan pukul 01.00 Wita. Terdengar suara tembakan di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Aksi kejar-kejaran terjadi. Salah seorang pengendara terjatuh dari motornya. Ia baru mendapat tendangan dari seorang pria yang diburunya. Lelaki yang jatuh itu adalah aparat kepolisian.
Pistol aparat menyalak. Tembakan ke udara sebagai peringatan. Namun, pria yang dikejar tetap berlari dan mengabaikannya. Bahkan saat berhasil dihampiri, dia melakukan perlawanan. Padahal sebutir peluru telah bersarang di tubuhnya.
Tindakan tegas itu diambil personel Timsus Polsek Rappocini yang dipimpin Panit 2 Reksrim Ipda Nurtcahyana, diback up Timsus Polda Sulsel yang dikomandani Panit Timsus Ipda Artenius MB.
Melihat jiwa anggotanya terancam, dengan cepat personel lainnya kembali melepaskan tembakan. Timah panas menerjang pada bagian dada pria tersebut. Seketika itu juga ia rubuh tak berkutik.
Selanjutnya, petugas mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara guna memperoleh perawatan medis. Namun, jiwa pria bernama Muh Yusuf alias Deden itu tak bisa tertolong.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan semasa hidupnya Deden menyandang masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia terlibat dalam tindak pidana pencurian pemberatan (curat), pencurian disertai kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Ada 16 laporan polisinya. Kasusnya adalah curat, curas dan curanmor (3C),” ujar Kombes Dicky, kemarin.
Dalam melakukan aksinya, Deden tergolong sadis. Ia tak segan-segan melukai korbannya.
Dia juga spesialis pencurian barang milik jamaah masjid yang kerap beraksi di wilayah Polrestabes Makassar. Kamera pengintai (CCTV) berhasil merekam perbuatannya.
Dicky melanjutkan, akhir pelarian Deden saat gabungan Timsus Polsek Rappocini dan Timsus Polda Sulsel turun melakukan penyelidikan menindaklanjuti laporan yang diterimanya. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa buronan yang tengah dicari sedang melangsungkan aksi balapan liar (bali) di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Tanpa menunggu lama, polisi langsung bergerak ke lokasi. Alhasil, orang yang sudah dikantongi identitas dan ciri-cirinya itu berada di tempat tersebut. Deden langsung disergap lalu diborgol.
Dari tangan tersangka, sambung Dicky, diamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya. Yakni satu unit motor Yamaha Mio Sporty warna hitam. Satu unit motor Yamaha Mio Sporty warna putih. Satu unit motor Honda Spacy warna merah. Satu unit motor Honda Spacy warna abu-abu. Serta satu unit gawai merek Vivo warna hitam.
Selanjutnya, Deden bersama barang bukti digiring ke posko Timsus Polda Sulsel untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan. Kepada polisi, Deden mengakui perbuatannya yang terlibat dalam kasus 3C. Namun ia tak sendirian. Melainkan bersama rekannya yang sudah dikantongi identitasnya oleh petugas.
Usai dimintai keterangannya, selanjutnya Deden digiring untuk pengembangan kasus. Hanya saja, proses pengembangan tak berjalan mulus. Ia melakukan perlawanan dengan menendang motor petugas. Saat mencoba untuk melarikan diri, tersangka dilumpuhkan dengan tembakan. Sebutir peluru bersarang di dadanya, hingga akhirnya Deden inyatakan meninggal dunia. (ish/rus)

Exit mobile version