MAKASSAR, BKM — Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ke-73 serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Khusus di Polda Sulsel sendiri upacara, peringatan HUT Polri diikuti oleh sekitar ribuan anggota Polri dan PNS Polri. Memadati lapangan Karebosi, Kota Makassar, Rabu (10/7).
Di usianya yang ke-73 tahun ini, Polri mengalami banyak perubahan di Indonesia, khususnya masalah keamanan. Dimata dunia internasional, Indonesia cukup membanggakan.
“Indonesia merupakan urutan ke sembilan teraman dari 10 negara di dinunia. Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang namanya gold up, ” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin.
Hamidin menyebut, khususnya di Sulsel relatif cukup kondusif dalam kurung waktu enam atau tujuh bulan terakhir. Itu diakuinya sejak dirinya menjabat Kapolda Sulsel.
“Termasuk saat pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Mahkamah Konstitusi (MK), situasi Sulsel relatif aman dan kondusif, ” sebut Hamidin saat ditemui usai upacara HUT Bhayangkara.
Kapolda mengaku bahwa hak aspirasi masyarakat dalam bentuk demonstrasi dan unjukrasa, itu bisa terlayani dengan baik. Kemudian, tidak ada unjukrasa yang berujung anarki.
“Namun yang menjadi persoalan adalah, kejahatan-kejahatan lain senantiasa ada. Memang tidak mungkin membuat kejahatan pada titik nol. Tidak ada teori seperti itu. Tetapi, menekan angka kejahatan menjadi seminim mingkin itu bisa saja, ” ucapnya.
Kapolda menegaskan, yang menjadi atensi pertama kejahatan yakni masalah narkoba. Narkoba di Sulsel disebutnya angkanya cukup tinggi. Senantiasa selalu tinggi.
“Jadi awal sebelum saya menjadi Kapolda Sulsel sempat turun sedikit. Saat ini turun kembali, ” kata Hamidin didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.
Menjadi kekawatiran lanjut Hamidin, adalah pintu-pintu masuk di Sulsel. Misalnya, melalui Pelabuhan Parepare. Diperketat Pelabuhan Parepare, pelaku kemudian melalui Mamuju dan bahkan melalui Palu.
“Memang perlu bekerjasama dengan masyarakat sebanyak-banyaknya khusus kasus narkoba. Agar ada kerjasama yang baik dalam hal memberikan informasi, ” lanjutnya.
Kemudian lanjut Hamidin, untuk kejahatan lain seperti yang ada di kabupaten, itu sering terjadi perkelahian antara pemuda. Itu juga menjadi keprihatinan. Mungkin dalam waktu dekat, akan dicoba berdialog para bupati untuk bagaimana mencari solusi.
“Mungkin perlu dari fungsi Binmas Polisi mulai masuk ke sekolah yang rentang terjadi perkelahian atau tawuran antara pelajar. Sementara begal senantiasa juga masih ada, namun kian menurun,” bebernya.
Lebih jauh jenderal bintang dua ini menjelaskan, terkait dengan pembangunan, bisa dicapai ketika Sumber Daya Manusianya (SDM) mumpuni. Kedepan, tentu akan konsen di bidang itu seperti seleksi pendidikan kemudian pendidikan kejuruan dan pelatihan-pelatihan.
“Itu yang akan dilakukan kedepannya agar SDM Polri bisa lebih maju demi pembangunan, ” katanya.
Di HUT Bhayangakara ke-73, Polda juga memberikan penghargaan terhadap tokoh- tokoh di Sulsel.
“Jadi mereka tokoh-tokoh yang kami berikan penghargaan dalam pesta HUT Polri ini, mereka adalah tokoh yang berjasa, baik dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, akademisi perguruan tinggi, serta pejabat TNI di wilayah Sulsel,” sebut Kapolda.
Menurut Kapolda, pemberian penghargaan kepada para tokoh-tokoh di Sulsel itu karena dinilai telah berjasa dan berkontribusi dalam membantu tugas-tugas Polri khususnya di Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mereka para tokoh masing-masing yang mendapat penghargaan yakni AGH KH Sanusi Baco (Ketua MUI Sulsel) KH.Burhanudin (Ketua MUI Makassar), Prof Harun Rasyid (Ketua NU Sulsel), Prof Andi Asse (Ketua Muhammadiyah), Prof Rahim Yunus (Ketua FKUB), Perwakilan FKUB dari semua Agama.
Dari kalangan Kampus yaitu Prof Lode Husein (UMI), Prof Asrunan (Unhas), DR Arifuddin Usman (UNEM),Prof Siti Aisyah, (UIN), DR Muhammad Tahir(Unismuh) serta para Wakil Rekor III berbagai kampus lainnya.
Selain itu ada kalangan media, para Staf Ahli, Kepala dan Kanwil BPN, Kepala kesbangpol Sulsel, Tokoh Pemuda dan Masyarakat, Siti Diza Rasyid Ali (ketua Pemuda Pancasila), H Faroek M Beta (Ketua DPRD Kota Makassar), dan Ketua FUB, Mukhtar Dg Lau.
Polri juga memberikan penghargaan kepada aparat TNI, Dandim, Danramil dan Babinsa.(mat-ish/war/b)
Kejahatan Narkoba Target Utama Polda Sulsel
