Site icon Berita Kota Makassar

Direktur Baru UT Akui Serasa Pulang Kampung

MAKASSAR, BKM– Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar acara pisah sambut pergantian Direktur baru yang sebelumnya dijabat oleh Dra Andi Sylvana, MSi, kini dijabat Drs Hasanuddin, MSi. Memimpin UT Makassar, Hasanuddin merasa pulang ke kampung halaman.
Menurut Direktur UT Makassar baru, Drs Hasanuddin, menjabat sebagai direktur UT adalah sebuah kehormatan baginya. Apalagi, katanya prestasi yang diraih UT di bawah kepemimpinan Direktur sebelumnya sangat bagus. Melihat Pokjar dan staf UT yang sangat bersemangat, termasuk dukungan dari mantan-mantan direktur UT, membuat dirinya optimis mampu terus mengembangkan UT Makassar ke arah lebih baik. UT yang menjadi model untuk Indonesia Timur.
“Saya pikir UT ini sudah punya prestasi banyak sehingga untuk mengembalikan kejayaan UT Makassar yang pernah terjadi dulu, itu bisa secepatnya dilakukan. Di mana, saat itu mahasiswa UT Makassar mencapai 23 ribu, semoga tahun ini dan kedepan bisa kita kejar,” ungkapnya, Rabu (24/7).
Sebelumnya Hasanuddin pernah bertugas dalam bidang penanganan mahasiswa UT di luar negeri. Sedangkan tugasnya di Makassar, Hasanuddin menyatakan bahwa dirinya bersyukur karena bisa pulang kampung. Mengingat, bapak dua anak ini merupakan putra asli Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan namun sudah meninggalkan Sulawesi Selatan sejak 25 tahun lalu dan merantau di Jakarta.
“Alhamdulliah bisa merasakan pulang ke kampung halaman sendiri dan bisa mengabdikan diri disini. Karena sebenarnya saya ini orang Bone yang kebetulan kuliah di Jakarta. Dengan adanya tugas ini saya rasa pulang ke rumah sendiri dan bisa beradabtasi,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Sylvana yang akrab disapa Ana akan melanjutkan karirnya di Jakarta. Tangis haru tumpah saat Ana dengan raut wajah sedih dan terbata-bata menyampaikan sambutan dalam bentuk puisi yang diberi judul “Sahabat”. Dalam puisinya, perempuan dengan hobi bernyanyi itu menyebutkan waktu 6,5 tahun menjadi direktur UT Makassar terasa cepat.
Banyak pengalaman dan manfaat yang baginya untuk terus belajar, bersama mengukir asa, meraih prestasi, dengan perasaan senang, sedih, lucu, kesal, tegar, marah, bahagia bercampur menjadi satu. “Episode kehidupan yang tidak mungkin tergantikan, inj merupakan waktu untuk saya pamit untuk melanjutkan kehidupan yang tentunya harus lebih baik,” ucapnya.
Ditanya usai acara terkait UT Makassar, Ana yang menghadiri acara pisah sambut bersama suami dan anak menyatakan UT harus terus bekerja keras membangkitkan kemandirian masyarakat, meningkatkan minat baca dan melek teknologi.(ita)

Exit mobile version