LUTIM, BKM — Pengelolaan aset daerah memiliki pengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika aset daerah dapat dikelola secara optimal.
Asisten Pemerintahan Pemkab Luwu Timur, Dohri As’ari saat membuka acara Ekspose Pengkajian Strategi Peningkatan PAD oleh Tim Ahli dari Pusat Pengkajian Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Unhas di Hotel I La Galigo, Malili, Selasa (23/7).
Menurutnya, dengan memanfaatkan barang milik daerah yang sudah tersedia akan memberikan dampak positif untuk meningkatkan PAD, apalagi Kabupaten Luwu Timur telah melakukan banyak investasi pembangunan khususnya pada infrastruktur dasar.
“Sekarang sudah banyak pembangunan dan aset daerah yang telah kita sediakan, tinggal bagaimana aset ini kita manfaatkan secara maksimal agar bisa menambah pendapatan untuk daerah ini,” ujar Dohri.
Dohri juga menyebut beberapa contoh aset daerah, seperti pabrik rumput laut, pabrik es dan pabrik Silo Drayer. Menurutnya, semua potensi bisa dimanfaakan untuk menambah PAD, termasuk juga adalah sektor pariwisata.
Dengan banyaknya lokasi pariwisata seperti tiga danau eksotik yang bisa dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata, termasuk di dalamnya kawasan hutan, gunung, pantai, terumbu karang serta kekayaan alam berupa hasil tambang logam dan batuan, kesemuanya ini bisa terwujud apabila potensi yang ada ini dikelola dengan baik dan profesional.
“Untuk lebih meningkatkan PAD dengan pemanfaatan potensi yang kita miliki tentu dibutuhkan upaya strategi dan inovatif terutama dari kalangan akademis yang pada hari ini melakukan ekspose,” tandasnya. (rls)
Pemkab Ekspose Pengkajian Peningkatan PAD
