Site icon Berita Kota Makassar

MRR Beroperasi 30 Juli, Bukaan Depan STIMIK Ditutup

MAKASSAR, BKM — Jalan alternatif middle ring road (MRR) yang dibangun pada era Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menurut rencana sudah akan dioperasikan 30 Juli mendatang. Sebelum dibuka secara umum akses yang bisa mengurai kemacetan di Jalan Urip Sumohardjo ini, berbagai persiapan dilakukan.
Salah satunya, rapat koordinasi (rakor) antara Direktorat Lalulintas Polda (Ditlantas) Sulsel dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII. Pertemuan berlangsung di Aula Biru Ditlantas Polda Sulselbar, Kamis (25/7). Rakor membahas evaluasi analisis dampak lalulintas (andalalin) dan rekayasa lalulintas pada ruas jalan MRR, Perintis Kemerdekaan, dan Dr Leimena.
Kepala Satuan Kerja Jalan Metropolitan BBPJN XIII Marlin Ramli menjelaskan, Polda Sulsel bersama BBPJN XIII sudah pernah turun ke lapangan melihat kondisi lallintas di sekitaran MRR. Termasuk melakukan analisa terhadap belokan (u-turn) yang ada.
Untuk jalan MRR sendiri, katanya, sudah rampung 100 persen dan memang sudah sangat siap untuk difungsikan. “Konstruksi jalan sudah rampung 100 persen. Kemungkinan pada tahap awal difungsikan, akan ada uji coba dulu,” katanya, Rabu (24/7).
Berbeda dengan sejumlah proyek jalan yang dikerjakan BBPJN XIII dan sudah difungsikan saat ini, tidak ada agenda peresmian untuk MRR. Marlin mengaku, hingga kini belum ada informasi atau jadwal apakah jalan alternatif itu diresmikan. “Itu akan langsung difungsikan saja,” terangnya.
BBPJN Wilayah XIII sudah tiga kali mengoreksi target perampungannya MRR, karena proyek tersebut sudah molor tiga kali dari perencanaan awal.
Sebelumnya, Kepala BBPJN XIII Miftachul Munir meminta maaf dikarenakan progres proyek berjalan lambat. Dia menjelaskan, empat lajur di sisi kanan dan kiri langsung dibuka secara keseluruhan. Pihaknya juga sudah memasang 45 tiang lampu jalan untuk penerangan.
“Umur beton di semua jalan sudah sudah memenuhi. Sisa proses pengaturan rekayasanya,” ujarnya.
Perencanaan BBPJN XIII, akan ada penutupan u-turn di depan STIMIK Dipanegara. Arus lalulinyas akan digeser ke arah timur (Unhas) sebagai pengganti dari bukaan yang telah ditutup.
Selain itu, untuk wilayah Jalan Leimena juga harus ada evaluasi rekayasa, apakah tetap satu arah atau jalan tersebut dibuat dua arah.
Butuh waktu lama, hingga akses jalan ini betul-betul bisa terbuka seperti saat ini. Pada 2015, dimulai dengan proses pembebasan lahan bekerja sama dengan Pemkot Makassar.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIX Sulselbar Adi Pracoyo mengatakan, pihaknya juga akan turun langsung melakukan evaluasi atas dampak rekayasa tersebut. Mereka sisa menunggu laporan penyelesaian dari BBPJN.
“Kalau itu (u-turn) tidak asal ditutup. Perlu ada kajian dulu dari BBPJN dan Satlantas,” tambahnya. (rhm/rus)

Exit mobile version