SEBELUM PSSI memutuskan menunda laga PSM-Persija, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah memantau perkembangan keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. Ia bahkan sudah mempersiapkan diri untuk hadir menonton langsung di Stadion Mattoanging.
Keputusan penundaan yang disampaikan sesaat sebelum waktu kick off, membut Nurdin kecewa. “Kasihan supporter kalau dibatalkan seperti ini. Insyaallah polisi jamin keamanan,” ujarnya di rumah jabatan, kemarin.
Saat menerima Manajer PSM Munafri Arifuddin di rujab, Nurdin Abdullah mengharapkan pengelolaan secara baik pengembalian uang tiket calon penonton. Munafri datang untuk melaporkan kepastian pembatalan.
Beberapa saat sebelumnya, Nurdin Abdullah menerima laporan keamanan dan ketertiban dari Kapoltabes Makassar yang memantau kondisi di Stadion Mattoanging.
Di rujab gubernur tampak sejumlah pejabat sudah siap dengan kaos kebesaran PSM. Di antaranya Sekprov Abdul Haya Gani dan Pj Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb.
Gubernur menganjurkan kepada Iqbal dan Munafri untuk segera ke Stadion Mattoanging untuk menenangkan suporter. Nurdin meminta kepada soporter PSM untuk tenang pulang ke rumah masing-masing dengan tertib dan menjaga keamanan di Kota Makassar, sambil menunggu proses pengembalian uang tiket.
“Harus diakui, pastilah suporter kecewa. Saya berharap tidak sampai pada merusak. Mari kita perlihatkan kedewasaan. Mari menjaga keamanan kota,” tandas Nurdin.
Penundaan dengan alasan keamanan, membuat kecewa Munafri. Karena menurut CEO PSM Makassar ini, semua urusan keamanan di lapangan sudah baik dan kondusif. “Saya mohon maaf atas tertundaknya laga ini,” hatur Appi.
Disebutkannya, pengamanan ketat telah dilakukan sangat baik oleh jajaran Polda Sulsel. Hanya saja manajemen Persija Jakarta menganggap Stadion Mattoanging tidak kondusif.
“Apa yang terjadi pascainsiden kemarin, hal itulah yang harus dihilangkan dari sepak bola. Setelah itu kami langsung berkordinasi dengan Polda Sulsel untuk ditingkatkan pengamanannya empat kali lipat. Karena kita sudah menjamin keamanan pemain Persija untuk dikunjungi,” terangnya.
Deli, seorang suporter asal Buton, Sulawesi Tenggara mengaku kecewa dengan putusan PSSI yang menunda pertandingan. Dia menyebut pemain Persija bukanlah seorang petarung. Ini menjadi menjadi bukti bahwa Persija takut.
“Saya jauh datang dari Buton hanya untuk menyaksikan dan mendukung PSM bermain melawan Persija. Tapi saya kecewa atas ulah dan akal-akalan Persija yang tak berani bertarung. Saya juga kecewa berat sama PSSI,” cetusnya.
Deli menduga adanya skenario lain antara Persija dan PSSI sehingga pertandingan di Makassar ditunda. ”Mungkin saja Persija ingin bermain ketika digelar di luar kandang PSM Makassar,” tandasnya.
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas menegaskan, kepolisian sudah memaksimalkan penjagaan demi memberikan rasa aman dan nyaman sesuai standar. Sejak pagi, kata dia, personel keamanan dari polsek, Polrestabes Makassar, Polres Gowa, Polres Pangkep, dan Polres Maros telah dikerahkan. Langkah tersebut sudah sesuai standar pengamanan.
“Dari pagi personel sudah melakukan penjagaan. Pintu jalur masuk sudah diatur sistemnya. Para pemain sudah disiapkan jalur masuk khusus dan penjagaan ketat,” jelasnya.
Soal penundaan pertandingan, Adnas mengaku itu bukan kewenangan kepolisian. Aparat hanya melayani masyarakat dan melakukan penjagaan semaksimal mungkin demi kenyamanan dan keamanan.
“Kami selalu mendukung supporter dan penonton untuk kenyamanan. Kita terus memonitor di stadion. Siapa pun yang harus dikawal, maka kami siap mengawal karena digaji oleh rangkat,” tandasnya. (arf/rus)
NA: Kelola Baik Pengembalian Uang Tiket
