Site icon Berita Kota Makassar

Maestro Canda-candaan Dilepas Penuh Kesedihan

MAKASSAR, BKM– Upacara penghormatan terakhir dan pelepasan jenazah legislator dari Partai Gerindra, Amar Busthamul di Gedung DPRD Kota Makassar berlangsung penuh duka, Selasa siang, (30/7). Kesedihan nampak di wajah para kerabat dan rekan wakil rakyat dua periode itu.
Pelepasan jenazah dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta. Upacara serta pelepasan itu pula dihadiri mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), seluruh staf Sekretariat DPRD Kota Makassar dan pihak keluarga. Adapun Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Iqbal Djalil membacakan doa tuk sosok sahabatnya itu.
Dalam sambutannya, Aru panggilan akrab Ketua DPRD Kota Makassar mengenang sosok almarhum saat masih hidupnya. Baginya, sosok almarhum orangnya humoris. Suka menghibur siapapun baik itu rekannya di fraksi Gerindra maupun di komisi-komisi di parlemen Kota Makassar.
Kepergian Amar Busthamul memberikan kesan begitu kuat dan mendalam. Dirasakan kehilangan sosok yang humoris, sejuk, pekerja keras dan bertanggung jawab.
Tidak itu saja, almarhum juga diketahui telah banyak memberikan kontribusi untuk Kota Makassar melalui pansus. Semuanya dikawal baik oleh sosok almarhum.
“Almarhum seorang politisi yang handal, sejuk dan juga bertanggung jawab. Kami sangat berduka. Olehnya atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar kami berbelasungkawa. Semoga amal ibadah di terima di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Lalu bagaimana Iqbal Djalil mengenang sosok almarhum?, Iqbal Djalil yang akrab disapa Ustaz Ije mengaku sangat dekat dengan almarhum. Meski tidak terlahir dari rahim yang sama, namun Ustaz Ije menganggap almarhum tak jauh dari saudara.
Ije juga menyebut, sosok almarhum jika dilihat sepintas terkesan bukan sosok yang humoris. Tetapi ketika orang dekat pada almarhum barulah merasakan kebaikannya. Dari setia, sejuk, hingga humorisnya.
“Tentunya saya merasa kehilangan atas kepergian beliau dan hanya doalah yang mampu kita berikan yang terbaik. Almarhum seingat saya adalah maestro canda-candaan. Orang yang selalu hadir saat orang lagi merasa sepi, dan tanpa dia sepertinya agak bagaimana begitu. Ketika ada yang punya masalah terus dia, muncul itu semua masalah kayaknya selesai karena candaannya,” kenangnya.
Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku sangat wajar jika khususnya wakil rakyat DPRD Kota Makassar merasakan kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Sebab almarhum adalah sosok yang periang, sejuk dan mampu mencairkan suasana jika tegang.
“Saya kira pantas kita berikan kontribusi kepada sosok almarhum yang juga telah memberikan kontribusi untuk Kota Makassar. Untuk politik, saya menilai politik sosok almarhum sangat baik. Karena dengan kondisi kesehatan yang mengganggunya berhasil terpilih. Itu menggambarkan sosoknya sangat baik ke masyarakat,” pungkasnya. (arf)

Exit mobile version